Harga Sembako di Tebing Tinggi Naik Pelan-pelan, Emak-Emak Mulai Putar Otak

Bisnis, Sumsel94 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Kabar kurang enak lagi rame dibahas warga. Harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, mulai naik pelan tapi pasti.

Kondisi ini bikin para ibu rumah tangga harus makin pintar ngatur uang belanja biar tetap cukup sampai akhir bulan.

Pilihan Redaksi

57 ASN Musi Rawas Pensiun, Momen Haru Warnai Apel Penghargaan

Harga CPO Global Naik, Petani Sawit Empat Lawang Belum Rasakan Dampaknya

Harga Tomat di Empat Lawang Naik Usai Lebaran, Masih Aman atau Bakal Tembus Rp10 Ribu?

Dari pantauan terbaru di lapangan, kenaikan harga ini terjadi di berbagai komoditas, mulai dari daging sampai bumbu dapur yang jadi kebutuhan harian.

Berikut rincian harga terbaru di pasar: Daging ayam sekarang tembus Rp42.000 per kilogram dari sebelumnya Rp38.000. Daging sapi dibanderol Rp130.000 per kilogram. Bawang merah naik jadi Rp45.000 per kilogram, sementara bawang putih ikut menyusul di angka Rp40.000 per kilogram. Untuk cabai berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, dan telur ayam kini dijual Rp58.000 per karpet.

Kenaikan yang terjadi secara bertahap ini mulai bikin warga resah, apalagi bagi mereka yang harus memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.

Meri, salah satu pembeli yang rutin belanja di Pasar Tebing Tinggi, mengaku cukup kaget dengan lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Ia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan bisa segera kembali normal.

Menurutnya, stabilitas harga sangat penting supaya masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan layak tanpa terbebani.

Lihat Juga: Pemkab Empat Lawang Raih Penghargaan Nasional, Gaji ASN Sukses Dibayar Lewat SIPD RI 2025

“Harapan kita kenaikan ini jangan terlalu lama. Kalau bisa pemerintah segera turun tangan supaya harga-harga ini normal kembali,” ungkap Meri.

Sementara itu, para pedagang menyebut fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh pasokan dari distributor yang belum stabil. Warga Tebing Tinggi saat ini hanya bisa berharap harga pangan segera turun, sebelum makin berdampak ke kondisi ekonomi rumah tangga. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *