Harga Kopi Robusta Empat Lawang Anjlok: Petani Terpaksa Tahan Penjualan. (Poto: ist/ist)
KABAREMPATLAWANG.COM — Harapan petani kopi robusta di Kabupaten Empat Lawang untuk meraup keuntungan besar kembali tertunda. Harga jual biji kopi yang sempat menembus Rp70 ribu per kilogram kini merosot tajam ke kisaran Rp55 ribu, bahkan lebih rendah di sejumlah wilayah.
Penurunan harga ini terjadi merata di berbagai sentra penghasil kopi, termasuk Kecamatan Muara Pinang. Di wilayah tersebut, harga kopi robusta yang sebelumnya mencapai Rp72 ribu per kilogram, kini hanya dibanderol Rp57 ribu.
Lihat Juga: Audisi Pemilihan Duta Kopi Empat Lawang untuk Tahun 2023, Dispar Harapkan Menuju Panggung Internasional
Baca Juga: Awali Hari Pertama Kerja, Bupati Joncik Pimpin Upacara Tiga Hari Besar Nasional
Kondisi tersebut membuat banyak petani memilih menahan penjualan hasil panen. Salah satunya Ari, petani asal Kecamatan Muara Pinang, yang mengaku menyimpan sementara biji kopi kering miliknya sambil menunggu harga kembali naik.
“Terakhir saya jual masih Rp72 ribu per kilo beberapa minggu lalu. Sekarang paling tinggi cuma Rp57 ribu. Saya simpan dulu saja, siapa tahu nanti bisa naik lagi,” ujarnya, Minggu (22/6/2025).
Ari menuturkan, penurunan harga terjadi secara bertahap selama beberapa pekan terakhir — dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu, kemudian turun ke Rp64 ribu, dan kini menyentuh angka Rp57 ribu per kilogram.
“Turunnya bertahap, tapi terus-menerus. Kita bingung juga, padahal perawatan kopi tetap jalan, tapi harga terus merosot,” keluhnya.
Kekhawatiran kini menyelimuti para petani, mengingat biaya perawatan tanaman kopi yang cukup besar tetap harus dikeluarkan, mulai dari pemupukan hingga upah tenaga panen.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Minimal ada regulasi atau upaya untuk menstabilkan harga. Kalau terus anjlok seperti ini, petani bisa merugi besar,” harap Ari.
Sebagian petani saat ini memilih menyimpan hasil panen berupa green bean di gudang atau rumah masing-masing, sembari menunggu harga membaik. Namun langkah ini juga mengandung risiko, karena penyimpanan terlalu lama dapat memengaruhi kualitas kopi.
Lihat Juga: Pj Bupati Empat Lawang Hadiri Rapat Pleno Penetapan Nomor Urut Paslon Pilbup 2024
Sementara itu, Erli, salah satu pengepul kopi di wilayah tersebut, membenarkan adanya penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, saat ini harga pembelian dari petani berada di kisaran Rp53 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, tergantung kualitas biji kopi.
“Kalau kondisinya bagus, kita ambil Rp55 ribu. Tapi kalau standar, paling Rp53 ribu. Bahkan kadang di bawah itu kalau kualitasnya kurang,” jelasnya. ***
