OKU, KABAREMPATLAWANG.COM – Kota Baturaja di Sumatera Selatan bukan cuma punya alam yang kece badai, tapi juga penuh dengan cerita legenda yang bikin merinding tapi nagih! Salah satunya adalah cerita legendaris Si Pahit Lidah yang melekat erat sama tempat wisata hits di sana: Goa Putri.
FYI, nama Baturaja sendiri lpunya cerita unik! Konon, ada seorang raja yang cuek banget dan nggak nyapa Puyang Serunting Sakti alias Si Pahit Lidah.
Lihat Juga: 7 Tempat Wisata Terbaik di Empat Lawang yang Wajib Dikunjungi
Akhirnya? Boom! Sang raja dikutuk jadi batu! Dan daerah itu kemudian dikenal dengan nama Baturaja – artinya ‘batu raja’. Legend banget, kan?
Salah satu spot yang jadi andalan wisata adalah Goa Putri, yang juga terhubung erat dengan kisah mistis Si Pahit Lidah.
Menurut Mang Dayat alias Hidayat Fikri, sejarawan dan budayawan lokal, Goa ini adalah tempat berubahnya Putri Dayang Merindu menjadi batu karena mengabaikan sapaan Serunting Sakti.
Dan makin magis lagi, setelah itu Serunting bilang, “Sepi banget desa ini, kayak Goa Batu!” dan abrakadabra, desa itu langsung jadi gua!
Goa Putri berlokasi di Desa Padang Bindu, sekitar 35 KM dari pusat Kota Baturaja. Di dalam gua yang punya panjang 159 meter dan tinggi sampai 20 meter ini, mengalir Sungai Semuhun, anak Sungai Ogan yang jernih dan adem banget!
Lihat Juga: Walau Libur Lebaran Telah Usai Wisata Bendungan Bawah Selbang Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan
Lihat Juga: Hilang Karena Cantik? Ini Dia Kisah Mistis Puyang Gadis dari Empat Lawang!
“Goa Putri tuh bukan cuma tempat wisata biasa. Legenda-nya dapet, view-nya juga cakep banget! Stalaktit dan stalagmit-nya tuh bikin mata nggak bisa kedip,” kata Ani, salah satu pengunjung.
Jadi, Kalau Kamu:
Pecinta cerita rakyat
Suka tempat wisata yang Instagramable + mistis vibes
Mau healing tapi tetap dapet feel ‘wow’
Goa Putri di Baturaja wajib masuk wishlist kamu!
Karena di sini, kamu nggak cuma lihat keindahan alam… tapi juga bisa ‘bertemu’ cerita yang hidup di antara batu dan air. ***
Lihat Juga: Ajang Bergengsi ASN Sumsel Memasuki Babak Panas, Empat Lawang Masih Nol Medali
Lihat Juga: Melestarikan Kebudayaan Lewat Seni: Langkah Dinas Pendidikan Empat Lawang
