Dari Jogja untuk Sumsel: IKPM Perjuangkan Akses Beasiswa Lewat Audiensi dengan BAZNAS

Pendidikan, Sumsel191 Dilihat

PALEMBANG, KABAREMPATLAWANG.COM — Vibes kolaborasi lagi naik! Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi gas audiensi bareng Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Selatan buat ngebangun sinergi kelembagaan sekaligus ngebahas peluang kolaborasi program pemberdayaan mahasiswa asal Sumsel yang lagi merantau.

Pertemuan ini berlangsung hangat, penuh dialog konstruktif, dan pastinya produktif. Dari pihak BAZNAS Sumatera Selatan banyak banget insight dan masukan soal gimana mahasiswa bisa jadi mitra strategis dalam mendukung program sosial, pendidikan, sampai pemberdayaan umat. Jadi bukan cuma penerima manfaat, tapi juga bisa jadi bagian dari solusi.

Lihat Juga: Tak Sekadar Silaturahmi, IKPM Sumsel–DIY Desak Kejelasan Aset Pemprov Sumsel di Jogja yang Terbengkalai

Lihat Juga: IKPM Sumsel Yogyakarta Punya Ketua Baru, Thomas Antoni Usung Regenerasi Progresif

Salah satu topik yang paling disorot adalah program beasiswa dari BAZNAS Sumsel. Ketua Umum IKPM Sumsel–DIY, Thomas Antoni, secara langsung menyampaikan harapannya agar mahasiswa perantau—khususnya yang lagi kuliah di Yogyakarta—bisa dapet akses ke program beasiswa tersebut.

Menurutnya, realitanya masih banyak mahasiswa asal Sumatera Selatan di perantauan yang struggle secara finansial. Mulai dari biaya kuliah sampai kebutuhan pendukung pendidikan lainnya, semuanya butuh support supaya studi tetap lancar tanpa hambatan.

“Program beasiswa dari BAZNAS Sumatera Selatan sangat baik dan relevan bagi mahasiswa perantauan. Kami berharap mahasiswa IKPM Sumsel–DIY dapat diberikan kesempatan mengakses program tersebut, karena masih banyak yang membutuhkan dukungan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan optimal,” ujar Thomas Antoni.

Gayung pun bersambut. Pihak BAZNAS Sumsel menyambut positif aspirasi tersebut dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Mahasiswa adalah aset daerah dan calon pemimpin masa depan. Kami membuka ruang kolaborasi agar program BAZNAS dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Sinergi dengan IKPM menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkap pihak BAZNAS.

Nggak cuma itu, BAZNAS Sumatera Selatan juga menawarkan agar IKPM Sumsel–DIY bisa jadi bagian dari jejaring mereka sebagai perpanjangan tangan di wilayah perantauan, khususnya di Yogyakarta. Bahkan, IKPM diarahkan untuk membentuk kepengurusan atau struktur khusus yang terintegrasi dengan program BAZNAS. Tujuannya jelas: koordinasi makin rapi, pendataan makin akurat, dan penyaluran program bisa profesional serta berkelanjutan.

Lihat Juga: IKPM Empat Lawang Yogyakarta Gelar Makrab dan Dies Natalis ke-17 di Villa Watu Kodok

Audiensi ini jadi titik awal yang solid buat bangun kemitraan strategis antara mahasiswa dan lembaga zakat daerah. Harapannya, program pemberdayaan pendidikan nggak cuma jadi bantuan sesaat, tapi jadi investasi jangka panjang buat masa depan generasi muda Sumatera Selatan.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial, IKPM Sumatera Selatan–DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah yang responsif, solutif, dan berintegritas dalam memperjuangkan kebutuhan mahasiswa perantauan. Karena merantau boleh jauh, tapi support system tetap harus dekat. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *