EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Nama Empat Lawang ternyata gak cuma sekadar nama daerah. Di baliknya, ada cerita panjang soal sejarah, filosofi, sampai kisah empat jagoan yang dipercaya menjaga wilayah ini sejak dulu.
Kalau ngomongin daerah di Sumatera Selatan, nama Empat Lawang jelas gak asing lagi. Kabupaten dengan slogan Saling Keruani Sangi Kerawati ini lokasinya ada di barat daya Pulau Sumatera, dan punya cerita sejarah yang gak kalah menarik buat diulik.
Lihat Juga: Hilang Karena Cantik? Ini Dia Kisah Mistis Puyang Gadis dari Empat Lawang!
Lihat Juga: Cerita Rakyat dan Legenda Empat Lawang: Dari Empat Lawangan hingga Batu Cino
Secara geografis, Empat Lawang punya posisi yang cukup strategis. Di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas, selatan dengan Kabupaten Lahat, barat dengan Provinsi Bengkulu, dan timur berbatasan dengan Kota Pagar Alam.
Nah, yang bikin makin menarik, asal-usul nama Empat Lawang sendiri ternyata punya banyak versi. Ketua Pembina Adat Kabupaten Empat Lawang, Sulton Bustari S.Pd.I, bilang kalau tiap versi punya cerita yang beda-beda.
“Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mana yang benar,” Katanya.
Menurut dia, salah satu versi yang cukup kuat datang dari dokumen lama dan cerita turun-temurun dari keturunan pangeran yang pernah berkuasa di wilayah tersebut.
“Dokumen kuno yang memuat sejarah asal usul Lintang Empat Lawang disalin oleh Pangeran H Abu Bakar Bin H Yen, beliau lahir pada tahun 1854 dan meninggal tahun 1980. Ia merupakan pangeran ke 12 yang berkuasa di Empat Lawang setelah berdirinya kerajaan Sriwijaya,” Katanya.
Dari penjelasan itu, awalnya nama daerah ini adalah Lintang Empat Lawang. Tapi seiring waktu, nama tersebut disederhanakan jadi Empat Lawang aja.
Kata “Lintang” sendiri diyakini berasal dari kata “lantang” yang punya makna tegas, kuat, berani, dan sakti. Sifat ini menggambarkan para penjaga di wilayah tersebut.
Sementara itu, “Lawang” berarti pintu. Jadi kalau digabung, Empat Lawang bisa diartikan sebagai empat pintu.
“Sedangkan Lawang sendiri bermakna sebagai pintu, Jadi, empat lawang berarti empat pintu,” Katanya.
Empat pintu ini konon dijaga oleh empat pendekar atau jagoan yang tersebar di beberapa wilayah. Mulai dari Desa Tanjung Raya di Kecamatan Pendopo Barat, Desa Sawah di Kecamatan Muara Pinang, Desa Lubuk Puding di Kecamatan Ulu Musi, hingga Desa Muara Danau di Kecamatan Lintang Kanan.
“Dimana ke empat lokasi tersebut dijaga oleh empat pemimpin, pahlawan atau jagoan, jadi empat lawang itu, empat pintu, dan empat jagoan,” Jelasnya.
Keempat jagoan itu juga punya julukan yang unik dan ikonik, yaitu Muhammad Abdullah yang dikenal sebagai Jantan Mata Api, Sulaiman si Macan Kumbang, Betok Wajadi alias Jago Goreng atau Tokek, serta Suib Akbak dengan gelar Jalak Jambul.
Lihat Juga: Splash Land Waterboom: Wisata Air Seru di Dekat Jembatan Kuning Empat Lawang, Tiket Cuma Rp20 Ribu!
Meski ada banyak versi cerita yang beredar, semuanya tetap punya benang merah yang sama.
“Menang ada versi mengenai asal usul nama Empat Lawang, akan tetapi jika kita kumpulkan akan ada titik temutemu, mrmang kadang namanya di beberapa titik tertentu namamya berbeda,” Tutupnya. (Fir)
