Wabup Widia “Gaspol” Benahi Birokrasi Lahat: Jual Beli Jabatan Disikat, Rotasi Pegawai Tinggal Nunggu Waktu!

Pemerintahan, Sumsel308 Dilihat

LAHAT, KABAREMPATLAWANG.COM — Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH, speak up soal kondisi birokrasi di Kabupaten Lahat yang dinilai masih jauh dari kata ideal.

Dengan nada tegas, Widia langsung ngasih warning keras: bakal ada perombakan besar buat ngerapihin sistem kerja yang selama ini dianggap lemot dan kurang responsif.

Lihat Juga: 74 Pejabat Pemkot Pagar Alam di Rotasi Jabatan: Guna Meningkatkan Kinerja Organisasi

Lihat Juga: Kajati Sumsel: Jabatan Adalah Amanah, Retno Setyowati Resmi Jabat Kajari Empat Lawang

Meski begitu, Widia memastikan satu hal penting—di era kepemimpinannya bareng Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, praktik “main belakang” dalam jabatan bakal benar-benar disikat.

“Di masa kami (Bursah Zarnubi-Widia Ningsih), tidak ada lagi praktik jual beli jabatan. Titik” tegas Widia lantang, Kamis (26/3/2026).

Nggak cuma itu, Widia juga blak-blakan ngomong kalau birokrasi Lahat masih kejebak pola lama yang bikin pelayanan publik jadi nggak maksimal.

Menurutnya, kebiasaan kerja lambat ini sudah terbentuk sejak lama dan sekarang jadi PR besar yang harus segera diberesin.

Ia juga menyinggung soal mental sebagian aparatur yang dinilai “gerak kalau ada duitnya aja”.

“Birokrasi kita ini masih terbiasa lambat. Pola kerja seperti itu harus segera ditinggalkan. Kalau terus seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Jangan cuma semangat kalau ada uangnya saja! Itu penyakit lama yang harus kita bersihkan,” tegasnya lagi.

Widia pun mewanti-wanti seluruh OPD agar nggak sekadar jalanin program tanpa evaluasi yang jelas.

Soalnya, menurut dia, program tanpa monitoring dan evaluasi cuma jadi formalitas tanpa impact nyata.

“Program tanpa monev itu nol besar. Kita butuh hasil, bukan sekadar laporan,” katanya.

Saat ini, Widia mengungkapkan kalau dirinya bersama Bupati Lahat masih melakukan “bersih-bersih” internal, alias menyisir posisi aparatur agar sesuai dengan kompetensinya.

Langkah ini disebut jadi fondasi penting sebelum perombakan yang lebih besar dilakukan.

Lihat Juga: Wabup Empat Lawang Lantik Ketua TP PKK Kecamatan, Dorong Sinergi Program Keluarga 2026

Meski belum ada pergantian besar di level eselon II, sinyal rotasi pegawai sudah makin terasa dan tinggal tunggu waktu.

“Kenapa belum diganti? Kita masih wait and see. Kami sedang menyusun. Orang harus ditempatkan sesuai kemampuannya, bukan karena kedekatan,” ujarnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *