Viral! Pelajar Foto di Jalan Berlumpur, Akses Desa di Musi Rawas Dikeluhkan Warga

Peristiwa, Sumsel8 Dilihat

MUSI RAWAS, KABAREMPATLAWANG.COM – Kondisi akses jalan di Desa Sadu, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dikeluhkan warga. Pasalnya, hingga saat ini jalan tersebut semakin memprihatinkan dan belum ada perbaikan signifikan.

Situasi makin sulit karena tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Pilihan Redaksi

Viral! Warga Lubuklinggau Terbaring Sakit di Kamboja, Tak Bisa Pulang karena Biaya

Viral! Undangan Nikahan Ini Janjikan “40 Pajero”, Ternyata…

Viral Truk Batu Bara Dikawal Polisi di Muratara, Ternyata Hoaks! Dishub Minta Maaf

Genangan air menutupi lubang di jalan, sementara permukaan yang berlumpur meningkatkan risiko tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Sebagai bentuk sindiran atas lambannya perbaikan, sejumlah pelajar mengabadikan momen dengan berfoto di jalan yang dipenuhi air keruh dan lumpur. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial, khususnya Facebook.

Dalam foto yang beredar, terlihat para pelajar berdiri dan berpose di tengah jalan yang tergenang air keruh dan berlumpur.

Menanggapi hal ini, Camat BTS Ulu, Marzuki Usman, menjelaskan bahwa perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara maksimal karena status jalan berada di kawasan hutan.

“Untuk peningkatan ke hotmik itu tidak bisa karena akses jalan tersebut terletak dalam hutan kawasan sehingga untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan. Dan pihak Pemkab Mura telah berupaya dengan melakukan pengerasan pada jalan tersebut menggunakan agregat pada tahun sebelumnya,” ungkap Marzuki Usman kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi tanah yang labil membuat pengerasan jalan tidak bertahan lama, ditambah adanya kendaraan angkutan yang melebihi kapasitas tonase.

“Kalaupun jalan itu sudah bukan dalam Kawasan, tentunya pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan itu. Selain jalan itu, akses jalan Desa Sembatu Jaya juga termasuk dalam hutan kawasan. Yah ada dua desa itu posisi jalan yang masuk dalam hutan kawasan,” jelasnya.

Menurutnya, sekitar 95 persen jalan di Kecamatan BTS Ulu sudah beraspal. Namun, ia tidak menampik masih ada beberapa titik yang mengalami kerusakan akibat faktor cuaca dan beban kendaraan.

“Kalau daerah lain bagus, bahkan di gunung kembang itu sudah Hot Mix, jadi faktor kerusakan jalan itu disebabkan angkutan berlebihan serta hujan,” jelasnya.

Pihak kecamatan juga terus memberikan imbauan kepada pemerintah desa agar kendaraan angkutan tidak melebihi batas tonase.

“Kita sifatnya sebatas imbauan saja, karena memang bukan kewenangan kita untuk angkutan yang melebihi tonase,” pungkasnya.

Lihat Juga: 1.500 Wisatawan Serbu Air Terjun Temam, “Niagara Mini” Lubuklinggau Lagi Viral!

Sebagai informasi, kondisi jalan berlumpur tidak hanya terjadi di Desa Sadu, tetapi juga di Desa Sindang Laya dan Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan.

Bahkan, sempat terjadi peristiwa yang menyita perhatian. Seorang warga yang hendak berobat mengalami kesulitan melintas akibat kondisi jalan yang rusak parah, sehingga terlambat mendapatkan penanganan medis. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *