Heboh!, Camat dan 20 Kades di Lahat Kena OTT, Diduga Terlibat Pungli saat Rapat HUT RI

Hukrim, Sumsel254 Dilihat

LAHAT, KABAREMPATLAWANG.COM — Awan gelap menggantung di langit Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, Kamis sore (24/7), ketika Tim Penyidik Kejati Sumsel secara mengejutkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang mengguncang fondasi pemerintahan tingkat kecamatan.

Penggerebekan dilakukan tepat di Kantor Camat Pagar Gunung, saat para kepala desa tengah berkumpul dalam suasana resmi menghadiri rapat persiapan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Lihat Juga: OTT Pemerasan! Dua Oknum LSM Ancam Bawaslu Soal Dana Hibah

Lihat Juga: Niat ngadem di pasar malam malah berujung tragis!, Pria Asal Pendopo Empat Lawang Ditikam Anjal Mabuk!

Lihat Juga: Mobil Ayla Dibawa Kabur Mantan, Polisi Temukan di Bengkulu!

Momen yang seharusnya penuh khidmat itu seketika berubah menjadi panggung dramatis penegakan hukum. Satu per satu, para perangkat desa diminta berhenti menulis, menoleh, dan menyaksikan kenyataan pahit: kehadiran aparat kejaksaan yang langsung menyegel lokasi.

Dalam operasi tersebut, petugas tidak hanya membawa pulang keresahan, tetapi juga barang bukti uang tunai yang nilainya menggetarkan: lebih dari Rp60 juta. Dana tersebut diduga merupakan hasil praktik pungutan liar (pungli) yang disinyalir dilakukan oleh Camat terhadap para kepala desa, dengan berbagai dalih yang perlahan terkuak satu per satu. Uang itu dikumpulkan dari seluruh desa di Kecamatan Pagar Gunung—sebuah praktik gelap yang seolah sudah menjadi rahasia umum.

Adapun 20 kepala desa yang turut diamankan dalam OTT ini berasal dari: Air Lingkar, Bandung Agung, Batu Rusa, Danau, Germidar Ilir, Germidar Ulu, Karang Agung, Kedaton, Kupang, Lesung Batu, Merindu, Muara Dua, Padang Pagun, Pagar Gunung, Pagar Alam, Penantian, Rimba Sujud, Sawah Darat, Siring Agung, dan Tanjung Agung.

Tak menunggu waktu lama, menurut sumber internal Kejaksaan Tinggi Sumsel, seluruh pihak yang diamankan langsung digiring menuju Palembang pada Kamis malam, guna menjalani pemeriksaan intensif di kantor Kejati.

“Sudah dibawa ke Palembang habis Maghrib tadi, kemungkinan tiba di kantor sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar sumber tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Kejati Sumsel maupun Kejari Lahat masih menutup mulut terkait status hukum para pihak yang diamankan. Aroma skandal ini belum sepenuhnya terungkap—namun satu hal pasti, badai sedang mengguncang Pagar Gunung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *