30 Menit Mematikan di Lahat: Dua Pembunuhan, Dua Lokasi, Satu Acara

Hukrim, Peristiwa, Sumsel694 Dilihat

LAHAT, KABAREMPATLAWANG.COM — Pesta hiburan orgen tunggal di Desa Talang Sejumput, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Jumat (4/6/2026) dini hari berubah menjadi tragedi berdarah. Dalam waktu hanya 30 menit, dua pria tewas dalam dua peristiwa terpisah di lokasi yang sama.

Korban pertama adalah Septori Nopriawan (28), warga setempat. Ia tewas setelah terlibat perkelahian dengan Junani (42) dan anaknya AI (17), yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Lihat Juga: GEMPAR! Warga Temukan Mayat Pria dengan Luka di Paha Kiri, Diduga Korban Pembunuhan

Lihat Juga: Tragis, Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Satu Keluarga di Muba Ditemukan Tewas

Ketegangan diduga dipicu oleh konflik lama yang belum tuntas sejak satu tahun lalu, terkait masalah sepeda motor.

Keributan bermula di lokasi acara orgen tunggal dan berlanjut saat ketiganya berpapasan di jalan pulang. Dalam insiden tersebut, AI diduga menusuk Septori hingga tewas tak jauh dari lokasi hiburan. Kakak korban, Ariadi Apriadi, juga mengalami luka tusuk dalam peristiwa itu.

Polres Lahat bergerak cepat dan menangkap dua pelaku, yakni Junani dan AI. “Keduanya telah kami amankan bersama barang bukti berupa pakaian berlumuran darah,” ujar Kasatreskrim Polres Lahat, AKP Redho Rizky Pratama.

Namun, tragedi tidak berhenti di situ.

Sekitar 30 menit setelah kejadian pertama, di lokasi acara yang sama, seorang pria bernama Beben Erlangga, warga Desa Padang Pagun, Kecamatan Pagar Gunung, ditemukan tewas dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Beben diketahui merupakan anak dari Kepala Desa Padang Pagun.

Lihat Juga: Rekonstruksi Mengerikan: Misteri Pembunuhan Wanita yang Hilang 15 Hari Terungkap di Pulau Mas

Lihat Juga: TERUNGKAP, Ternyata Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Karet Adalah Korban Pembunuhan

Menurut AKP Redho, korban diduga dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK). “Korban ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah. Kami sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan melakukan olah TKP,” katanya.

Ayah korban, Nahudin, menyatakan bahwa putranya sempat pamit untuk menghadiri acara hiburan tersebut. Ia pun terkejut ketika menerima kabar duka itu.

“Kami masih mendalami kasus kedua, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Kedua kasus ini ditangani secara paralel,” tutup AKP Redho.

Lihat Juga: Berkoordinasi Dengan Polres dan Polda, Satreskrim Polrs Empat Lawang Terus Kejar Pelaku Pembunuhan

Baca Juga: TRAGIS! Tolak Rujuk, Lidia Tewas Dibacok Suami Sendiri

Pihak kepolisian juga telah memintai keterangan dari beberapa saksi, termasuk tuan rumah penyelenggara hajatan orgen tunggal. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *