Terseret Arus Saat Mandi, Lansia di OKU Selatan Hilang di Sungai Komering

Peristiwa, Sumsel519 Dilihat

OKU SELATAN, KABAREMPATLAWANG.COM – Seorang pria lanjut usia (lansia) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dilaporkan hilang dan tenggelam saat mandi di Sungai Komering. Tim gabungan dari Basarnas saat ini tengah melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Sahrial (55), warga Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten OKU Selatan. Ia dilaporkan hanyut dan tenggelam terbawa arus deras sungai saat mandi pada Rabu (9/7/2025).

Lihat Juga: Waduh!, Dua Anak di Jatim Serahkan Ibu Kandung ke Panti Jompo, Minta Tak Beri Kabar Jika Sang Ibu Meninggal

Lihat Juga: Warga Muara Pinang Baru Meninggal di Musala Al Ikhlas, Diduga Akibat Sakit

Kepala SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapatkan laporan, satu tim rescue dari Unit Siaga SAR OKU Timur langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

“Ya benar, begitu ada laporan dari warga, kita kerahkan tim di sana untuk membantu mencari korban yang hilang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Raymond menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban pergi ke sungai untuk mandi. Setibanya di lokasi, korban langsung meloncat ke sungai dan berenang menuju sebuah pulau kecil di tengah aliran Sungai Komering, tepatnya di Dusun I, Desa Tekana.

“Setelah sampai di pulau, korban kembali berenang menuju hilir sungai. Namun tiba-tiba korban terseret arus deras dan tenggelam,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencarian saat ini masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan dua metode.

“Pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran aliran Sungai Saka Selabung sejauh 5 kilometer menggunakan perahu karet, serta melakukan manuver perahu di titik-titik yang dicurigai,” ungkapnya.

Lihat Juga: Pencarian Sarip Atau Pok Korban Hanyut Dihentikan

Lihat Juga: Dikabarkan Hanyut, BPBD Pencarian Dilanjutkan Besok

“Manuver ini bertujuan menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda dari dasar sungai, termasuk korban jika berada di sana. Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian lewat jalur darat dan menyebarkan informasi kepada masyarakat di sepanjang pesisir aliran sungai,” sambung Raymond. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *