EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Meski jumlah penduduk miskin di Kabupaten Empat Lawang terus menurun dalam tiga tahun terakhir, jurang ketimpangan justru semakin melebar.
Hal ini tercermin dari naiknya Indeks Keparahan Kemiskinan pada tahun 2024.
Lihat Juga: Terkesan Jorok, Tumpukan Sampah Menghiasi Ibukota Empat Lawang
Lihat Juga: Bappeda dan Litbang Kabupaten Empat Lawang Gelar Musrenbang RKPD 2024
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 yang dirilis oleh BPS Kabupaten Empat Lawang, keparahan kemiskinan pada tahun ini mencapai 0,32 persen, meningkat dari 0,19 persen di tahun 2023.
Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa kesenjangan pengeluaran di antara kelompok warga miskin semakin besar.
Rangkuman Data Kemiskinan Empat Lawang 2022–2024
1. Garis Kemiskinan (Rp)
2022: Rp384.199
2023: Rp411.191
2024: Rp421.747
Naik Rp10.556 di 2024
2. Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Jiwa)
2022: 31,06
2023: 30,78
2024: 28,42
Turun 2,36 ribu jiwa
3. Angka Kemiskinan (%)
2022: 12,06%
2023: 11,80%
2024: 11,15%
Turun 0,65%
4. Kedalaman Kemiskinan (%)
2022: 1,15%
2023: 0,85%
2024: 1,17%
Naik 0,32%
5. Keparahan Kemiskinan (%)
2022: 0,52%
2023: 0,19%
2024: 0,32%
Naik 0,13%
Tren data di atas memperlihatkan penurunan angka kemiskinan secara umum, namun peningkatan kedalaman dan keparahan kemiskinan justru menunjukkan ketimpangan yang kian tajam di antara sesama penduduk miskin.
Posisi di Tingkat Provinsi:
Kabupaten Empat Lawang masih bertahan di peringkat 10 dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan berdasarkan angka kemiskinan sejak tahun 2022 hingga 2024.
Ini menunjukkan bahwa tantangan dalam pembangunan ekonomi dan sosial masih cukup besar.
Kesimpulan:
Jumlah penduduk miskin menurun, tetapi, Ketimpangan dan keparahan kemiskinan meningkat
Pemerataan bantuan sosial, akses ekonomi, dan inklusi keuangan menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan. ***
