Heboh! Guru SMP di Prabumulih Tersandung Kasus Chat Mesum dengan Murid, Disdik dan Inspektorat Turun Tangan

Hukrim, Sumsel127 Dilihat

PRABUMULIH, KABAREMPATLAWANG.COM – Viral di media sosial potongan percakapan mesum yang diduga dilakukan seorang guru terhadap muridnya di salah satu sekolah di Prabumulih. Percakapan tak pantas itu beredar sejak Rabu (27/8/2025) dan menimbulkan keresahan warga karena dianggap mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Pesan cabul tersebut dilakukan oleh seorang guru SMP negeri berinisial D kepada muridnya pada tengah malam. Belakangan diketahui, sang guru berstatus PPPK. Pihak sekolah telah melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan maupun Inspektorat Pemkot Prabumulih. 

Dalam salah satu percakapan yang beredar, sang guru menuliskan kalimat mesum yang seharusnya tidak pantas diucapkan seorang pendidik. Sementara siswi hanya membalas singkat dengan kata “ai dh”, seolah enggan melanjutkan obrolan.

Namun, guru tersebut justru kembali mengirim pesan bernada cabul: “Nak di bawah ap di pucuk bapak, di pucuk bae ya, ngock pake tangan”*.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan dengan pesan lain: “dingin nak dipeluk bpk dk? Dicium dimna lagi cynk? Maunya dmn?”

Unggahan ini sontak menuai reaksi keras dari warganet. Ribuan komentar bermunculan, sebagian besar berisi kecaman terhadap tindakan oknum guru tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, A Darmadi, mengonfirmasi pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan perbuatan tidak senonoh itu.

“Sudah dapat informasinya, tapi saya belum melihat langsung chat tersebut. Namun untuk sementara ini, guru tersebut sudah kita nonaktifkan. Artinya tidak mengajar lagi sejak Selasa 26 Agustus,” ujarnya.

Darmadi menjelaskan, guru berinisial D itu sudah mengajar sekitar 25 tahun tanpa pernah ada laporan menyimpang sebelumnya.
“Selama ini tidak pernah ada laporan yang aneh-aneh. Baru kali ini mencuat. Namun kami tidak akan tinggal diam. Saat ini, Dinas Pendidikan Prabumulih tengah melakukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi,” bebernya.

Ia menambahkan, pihak sekolah diminta memberi pendampingan khusus kepada siswi yang menjadi korban.
“Termasuk akan menghadirkan psikiater agar kondisi psikologis korban tidak terganggu akibat kasus ini,” jelas Darmadi.

Sementara itu, Inspektur Daerah Prabumulih, Indra Bangsawan, menegaskan pihaknya langsung bertindak setelah menerima laporan.
“Oknum guru itu sudah diperiksa tim Inspektorat. Ia mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya,” jelas Indra.

Lebih lanjut, pihak Inspektorat telah memberikan rekomendasi resmi kepada kepala sekolah sebagai atasan langsung guru bersangkutan. Rekomendasi tersebut juga ditembuskan kepada BKPSDM Prabumulih untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.

“Rekomendasi ini kita sampaikan agar diberikan sanksi tegas supaya kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Indra. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *