Soal Tagihan Membengkak, Dirut PDAM Tebing Tinggi Ajak Pelanggan Cek Langsung ke Kantor

Peristiwa, Sumsel179 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Betung Tebing Tinggi mengeluhkan tingginya tagihan air yang dinilai tidak wajar.

Bahkan, tak sedikit pelanggan yang meluapkan kekesalan mereka melalui media sosial.

Lihat Juga: Pelanggan Tirta Seguring Betung Keluhkan Biaya Pergantian Ampere Baru Sebesar 650 Ribu, Ampere Air Bersih Pelanggan Dituding Rusak

Lihat Juga: Warga Terpaksa Angkut Air dari Sungai, Krisis Air Bersih Landa Pagar Alam

Pasalnya, tagihan bulanan yang diterima terkesan janggal dan terlalu mahal. Salah seorang pelanggan mengaku rumahnya jarang ditinggali, hanya ada satu orang di rumah, dan sebagian besar kebutuhan seperti mencuci dilakukan di laundry. Namun, tagihan yang harus dibayarkan mencapai Rp750 ribu per bulan.

“Apo Yo tagehan PAM ni naek yo. Wong dirumah dewekan. Nyuci ngupah (laundry, red) masak dirumah jarang. Harus bayar Rp 750 ribu, masuk akal dak,” tulis salah satu pelanggan PDAM di media sosial.

Cuitan tersebut memicu beragam komentar dari pelanggan lain. Seorang warga bernama Eti juga menuturkan keanehan dalam sistem penagihan PDAM. Menurutnya, ada rumah yang sudah lama kosong hingga bertahun-tahun dan saluran air tidak dipakai, tetapi tagihan tetap membengkak.

“Kami keberatan dan aneh, air PAM di rumah sudah hampir setahun tidak digunakan, anehnya tagihannya bisa mencapai jutaan. Seharusnya kami hanya dikenakan biaya beban saja kalau air tak melewati batas kubikasi atau hitungan PDAM,” cetusnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Betung, Ari, mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari banyak pelanggan mengenai indikasi tagihan yang tidak wajar. Ia pun meminta pelanggan untuk langsung melakukan pengecekan ke kantor PDAM.

“Jika merasa ada tagihan air PAM yang tak wajar, silakan datang langsung ke kantor. Kami siap melayani dan akan mengecek ulang berapa sebenarnya kubikasi pemakaian air pelanggan, supaya jelas dan tidak ada yang dirugikan,” terang Ari.

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa perhitungan meteran PDAM sudah menggunakan sistem handphone berbasis GPS, sama seperti yang digunakan oleh PLN. Dengan demikian, jika ada kejanggalan, data bisa langsung dicek di lapangan.

“Kami tegaskan sekali lagi, jika pemakaian air oleh pelanggan tidak melewati kubikasi yang sudah ditetapkan, maka pelanggan hanya dikenakan biaya beban saja,” tegasnya.

Lihat Juga: Pencurian Meteran Air Marak di Lubuklinggau, Warga Gang Makruf Resah

Ari menambahkan, dirinya baru menjabat sebagai direktur PDAM Tirta Betung. Oleh karena itu, jika ada kejanggalan atau anomali dalam tagihan, ia siap menerima konfirmasi langsung dari pelanggan.

“Silakan masyarakat pelanggan datang langsung ke kantor atau bisa juga menghubungi nomor WhatsApp kami di 0812-3330-0373,” tutupnya. ***

 

(Penulis : Firmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *