EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang untuk menjamin ketersediaan air bersih di sektor pendidikan terus dibuktikan.
Melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Seguring Betung (TSB), langkah konkret dilakukan dengan meninjau langsung calon sumber air baku baru yang akan digunakan untuk memasok kebutuhan Sekolah Rakyat di wilayah setempat.
Lihat Juga: Warga Terpaksa Angkut Air dari Sungai, Krisis Air Bersih Landa Pagar Alam
Peninjauan lapangan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan lembaga pendidikan berbasis masyarakat tersebut mendapatkan pasokan air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Kegiatan itu dihadiri oleh Plt. Direktur Perumda TSB Ari Cahyadi, didampingi perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kikim Pasemah dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, serta perwakilan Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Empat Lawang.
Kolaborasi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama dalam penyediaan sarana dasar vital — air bersih — yang menjadi hak mendasar bagi masyarakat, terutama di dunia pendidikan.
Ari Cahyadi menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil peninjauan dengan langkah teknis yang terukur. Menurutnya, potensi sumber air yang ditemukan akan dikaji secara komprehensif, baik dari sisi debit maupun kualitas air.
“Kami akan segera melakukan langkah-langkah teknis bersama tim terkait agar pemanfaatan sumber air ini bisa segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Sekolah Rakyat,” ujar Ari, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, ketersediaan air bersih menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar. Karena itu, Perumda TSB akan memastikan pasokan air ke fasilitas pendidikan berjalan lancar dan berkesinambungan.
“Sekolah Rakyat ini merupakan model pendidikan berbasis masyarakat. Kami ingin memastikan mereka memiliki akses air bersih yang cukup agar kegiatan pendidikan berjalan sehat dan produktif,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan KPH Wilayah Kikim Pasemah, Dedi Harianto, mengingatkan bahwa upaya pemanfaatan sumber air harus sejalan dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
“Pemanfaatan air tetap harus memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Hutan adalah penjaga utama sumber air kita,” tegas Dedi.
Lihat Juga: Soal Tagihan Membengkak, Dirut PDAM Tebing Tinggi Ajak Pelanggan Cek Langsung ke Kantor
Menurutnya, keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekosistem hulu yang menopang sumber daya air itu sendiri.
Dengan langkah terukur dan sinergi lintas sektor ini, Pemkab Empat Lawang berharap program pemenuhan air bersih untuk sektor pendidikan dapat segera terealisasi. ***






