Owner Ummi Travel Lubuklinggau Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi, Terancam DPO

Hukrim, Sumsel798 Dilihat

LUBUKLINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM – Kasus dugaan penipuan calon jemaah umroh oleh agensi Ummi Travel terus bergulir. Polisi dari Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kini tengah memburu manajemen travel tersebut yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Manajemen yang juga owner Ummi Travel berinisial YU bersama suaminya UJ sebelumnya telah dipanggil secara resmi oleh penyidik Satreskrim Polres Lubuk Linggau. Keduanya diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan penipuan terhadap calon jemaah umroh.

Lihat Juga: Terlibat Penipuan hingga Pencabulan, Empat Polisi di Muratara Dipecat Tidak Hormat

Lihat Juga: Paman 64 Tahun di Muba Diduga Cabuli Keponakan 15 Tahun, Korban Akhirnya Speak Up

Lihat Juga: Andika Ketua Koperasi Plasma di Empat Lawang Ditangkap di Palembang, Diduga Gelapkan Buah Sawit Perusahaan

Namun, pada panggilan pertama, pasangan suami istri itu justru tidak hadir alias mangkir tanpa memberikan keterangan kepada penyidik.

“Tidak datang, jadi sudah dua kali mangkir,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan melalui Kanit Pidsus Ipda M Dodi Ruslan, kepada wartawan Senin (09/03/2026).

Karena dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik, Satreskrim Polres Lubuk Linggau kini bersiap mengambil langkah lanjutan. Polisi berencana melakukan pencarian terhadap keduanya dan membuka kemungkinan menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita akan melakukan pengejaran terhadap pelaku intinya lagi dicari,” ujarnya.

Sementara itu, penyidik juga menyinggung status salah satu terlapor yang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Polisi mengaku sudah melakukan komunikasi awal dengan pihak BKPSDM Musi Rawas.

“Tapi untuk komunikasi langsung belum, intinya sekarang kita tetap mencari keberadaannya, intinya ini penyidikan lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah enam orang korban mendatangi Polres Lubuk Linggau pada Selasa (24/02/2026) untuk membuat laporan polisi terkait dugaan penipuan travel umroh tersebut.

Lihat Juga: Diduga Dipecat Sepihak, Ketua RW Jayaloka Pertanyakan Sikap Lurah

Salah satu korban, Reza, mengaku dirinya bersama 19 jemaah lainnya sempat berangkat ke Jakarta dengan harapan bisa berangkat umroh melalui agensi travel UWT. Namun hingga tanggal keberangkatan yang sudah dijanjikan, mereka tak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci.

Akibat kejadian itu, para jemaah merasa dirugikan dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *