SUMSEL, KABAREMPATLAWAG.COM — Semangat kebersamaan mahasiswa daerah kembali menemukan momentumnya melalui kegiatan Silahturahmi Kedaerahan 10 Provinsi Se-Sumatra yang diselenggarakan dalam wadah Sumatran Student Communication Forum (SSCF).
Bertempat di Asrama Balai Sriwijaya IKPM Sumatra Selatan, kegiatan ini mengusung tema “Dari Sumatra untuk Indonesia: Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Persaudaraan di Yogyakarta”.
Pilihan Redaksi
Dari Jogja untuk Sumsel: IKPM Perjuangkan Akses Beasiswa Lewat Audiensi dengan BAZNAS
IKPM Sumsel Yogyakarta Punya Ketua Baru, Thomas Antoni Usung Regenerasi Progresif
Kegiatan ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan para ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) dari 10 provinsi di Pulau Sumatra, yakni Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.
Dalam forum ini, masing-masing perwakilan memaparkan profil organisasi daerahnya, mulai dari sejarah, struktur kepengurusan, hingga program kerja yang telah dan akan dijalankan.
Dari berbagai pemaparan tersebut, terlihat jelas bahwa setiap daerah memiliki kekuatan dan potensi yang besar.
Namun, potensi tersebut akan jauh lebih berdampak apabila terbangun sinergi dan komunikasi yang terarah antar organisasi mahasiswa daerah.
Forum ini pun menjadi langkah awal dalam menyatukan visi dan memperkuat jejaring antar mahasiswa Sumatra di perantauan.
Momentum penting dalam kegiatan ini adalah terbentuknya Presidium Nasional Mahasiswa Se-Sumatra.
Thomas, Ketua Umum IKPM Sumatra Selatan, terpilih sebagai presidium nasional yang akan mengoordinasikan forum lintas provinsi ini.
Sementara itu, posisi sekretaris diisi oleh Aulia Hamdi DS perwakilan dari Ketua Umum IKPM Sumatra Utara, dan Rikie Febrian Bendahara dipercayakan kepada perwakilan dari Bangka Belitung.
Susunan ini mencerminkan semangat representasi dan kebersamaan dalam membangun organisasi yang inklusif dan solid.
Pembentukan presidium ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya program-program kolaboratif yang nyata dan berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan forum ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan sosial dan memperkuat identitas kebangsaan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa kolaborasi lintas daerah tidak bisa hanya berhenti pada seremoni.
Lihat Juga: IKPM Empat Lawang Yogyakarta Gelar Makrab dan Dies Natalis ke-17 di Villa Watu Kodok
Dibutuhkan komitmen bersama, dukungan nyata, serta ruang partisipasi yang lebih terbuka, agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut menjadi bagian dari solusi.
Melalui tema yang diusung, kegiatan ini menegaskan bahwa persaudaraan yang dibangun dari Sumatra di Yogyakarta bukan sekadar pertemuan, melainkan langkah awal menuju kontribusi yang lebih luas dari Sumatra, untuk Indonesia. *
