Guru PPPK Ditemukan Tewas di Kosan OKU dengan Tangan dan Kaki Terikat

Peristiwa, Sumsel130 Dilihat

OKU, KABAREMPATLAWANG.COM – Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digemparkan dengan kabar ditemukannya seorang perempuan muda berstatus guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tewas dalam kondisi mengenaskan.

Korban ditemukan dengan mulut disumpal kain serta tangan dan kaki terikat.

Lihat Juga: Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Membusuk dalam Karung Gegerkan Warga Muba

Lihat Juga: Setahun Buron, Pelaku Pembunuhan di Muara Enim Akhirnya Tertangkap di Tangerang

Peristiwa tragis itu terjadi di indekos korban yang berada di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU, pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban diketahui berinisial SF (27), warga Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur. Ia merupakan guru mata pelajaran TIK di salah satu SMPN OKU di Dusun Air Itam, daerah pelosok yang berada di perbatasan Kabupaten OKU dan Ogan Ilir.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, sore hari itu seorang ibu rumah tangga bernama Resta (27) melihat sepeda motor milik korban masih terparkir di depan kos. Ia berniat memberitahu korban, namun saat mengintip dari depan pintu, saksi merasa ada kejanggalan. Resta kemudian mengajak warga untuk memastikan kondisi korban.

Saat dicek, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Saksi lalu melapor ke Polsek Peninjauan.

Menurut saksi Resta, sebelum ditemukan tewas, korban seperti biasa berangkat mengajar pada pukul 06.30 WIB dengan sepeda motor Supra X 125. Setelah selesai mengajar, korban kembali ke kos. “Korban memang pendiam dan kurang bersosialisasi dengan tetangga,” katanya.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Dedi Iskandar, membenarkan kejadian tersebut. “Benar. Kita sudah ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Untuk barang bukti yang diamankan, 1 unit HP Samsung, 3 lembar jilbab warna cream, hijau dan hitam. 1 kacu pramuka, 1 celana panjang warna hitam, 1 baju kemeja lengan panjang warna putih, sepasang sandal jepit, 1 handuk kecil, sepasang sarung tangan, dan 1 tali karet warna hitam,” sebut Kapolsek Peninjauan, Kamis (20/11/2025).

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kedaton dan dirujuk ke RS Ibnu Sutowo Baturaja.

Lihat Juga: Tak Terima Perlakuan Menantu, Ayah Mertua dan Ipar di PALI Nekat Melakukan Pembunuhan

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban mengalami luka memar di paha kanan, kening, serta pergelangan kaki kiri dan kanan akibat jeratan kain.

Memar juga ditemukan di kedua pergelangan tangan, luka di bawah telinga kanan, serta bengkak di bagian mulut akibat jeratan kain.

Terkait dugaan penyebab tewasnya korban, Iptu Dedi menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang menyebabkan korban tewas,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *