MURATARA, KABAREMPATLAWANG.COM — Dugaan kasus perundungan yang melibatkan pelajar di Sumatera Selatan kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang siswi SMP di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video perundungan menyebar luas. Dalam video berdurasi satu menit itu, terlihat seorang siswi berseragam SMP Negeri 2 Muara Rupit dipiting oleh siswi lainnya.
Lihat Juga: 14 Siswa Jurusan TKR SMKN 1 Empat Lawang Ikuti M-Step Training Program di MRTC Palembang
Lihat Juga:Transaksi Sabu di Pondok Desa Lubuk Raman Digerebek, Mahasiswa 25 Tahun Jadi Tersangka
Dalam kondisi tak berdaya, korban dipukul berkali-kali, ditendang, serta diinjak oleh pelaku hingga menarik rambutnya. Ironisnya, aksi perundungan tersebut disaksikan tiga siswi lain yang hanya berdiri tanpa melakukan apa pun.
Tiga saksi mengaku ketakutan untuk ikut campur. Hal itu dibuktikan dengan ucapan salah satu dari mereka saat kejadian berlangsung.
“Agek aku pulo keno salah,” (nanti saya juga yang disalahkan) kata teman pelaku.
Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum membenarkan peristiwa tersebut. Kepolisian telah mengetahui lokasi kejadian, termasuk para pemeran dalam video viral itu.
“Benar, kejadiannya di Muratara, lokasinya sudah diketahui, tapi nanti akan disampaikan,” kata Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum, Senin (8/13).
Wakil Kesiswaan SMP Negeri 1 Muara Rupit, Hasan Azhari, membenarkan bahwa salah satu pemeran dalam video itu adalah siswinya. Sementara beberapa siswi lainnya bersekolah di SMP Negeri 2 Muara Rupit.
Hasan menyebut perkelahian tersebut dipicu masalah saling ejek di media sosial. Namun peristiwa itu terjadi di luar jam pelajaran dan bukan di lingkungan sekolah.
“Infonya karena saling ejek di HP. Kejadiannya Sabtu (6/12) kemarin, bukan di sekolah,” kata Hasan.
Lihat Juga: Setelah OKI, Kini 9 Siswa SD di Muba Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Meski demikian, pihak sekolah akan memanggil orang tua siswi yang terlibat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Orangtua sudah kami panggil dan yang bersangkutan tetap sekolah seperti biasa,” kata Hasan.
