Setelah OKI, Kini 9 Siswa SD di Muba Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Peristiwa, Sumsel150 Dilihat

MUBA, KABAREMPATLAWANG.COM – Selang sehari setelah kasus dugaan keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), peristiwa serupa kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Sebanyak sembilan siswa SD Negeri 3 Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program MBG yang dibagikan pada Rabu (3/9/2025).

Lihat Juga: Kasus Paksa Dokter Buka Masker di RSUD Sekayu, Pelaku Ditahan Polres Muba

Lihat Juga: 11 Rumah dan Sarang Walet di Muba Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut. Mereka segera dievakuasi ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr. Azmi Dariusmansyah, saat dikonfirmasi Kamis (4/9/2025) membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Dari laporan yang kami terima ada sembilan siswa. Ada yang mengalami gejala cukup serius sampai ringan seperti mual, pusing, dan muntah,” ujarnya.

Azmi menambahkan, kejadian itu terjadi di SD Negeri 2 Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman. Tim medis langsung mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

“Sampel makan sudah diambil dan dikirim ke BPOM Palembang, hasilnya keluar seminggu lagi. Untuk kondisi siswa saat ini semuanya sudah membaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Babat Toman, Heru Kharisma, mengatakan dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan bahwa beberapa siswa dibawa ke klinik pada Rabu (3/9/2025).

“Gejala diduga keracunan itu terjadi setelah mengonsumsi MBG. Mereka sempat dilakukan perawatan, Alhamdulillah kini siswa sudah sehat semua. Sementara untuk siswa yang lain masih kami pantau, apakah mengalami gejala serupa,” jelasnya.

Lihat Juga: Bupati Muba Tegaskan Tidak Punya Hubungan Keluarga dengan Pelaku Intimidasi Dokter di RSUD Sekayu

Kepala SPPG BGN Sekayu, Oking Candra, menegaskan bahwa dapur penyedia makanan untuk sementara dihentikan hingga hasil uji laboratorium keluar.

“Menu yang dikonsumsi anak-anak saat itu berupa nasi putih, filet ikan dori crispy, sayur tumis kacang panjang dengan wortel dan buncis, tahu, serta buah jeruk. Pihak Dinkes sudah turun, sampel makanan sudah diambil dan untuk sementara dapurnya kami stop sampai hasil lab resmi keluar,” terangnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *