Leher Disayat, Autopsi Pastikan Maria Simaremare Korban Kekerasan

Hukrim, Sumsel337 Dilihat

OKU, KABAREMPATLAWANG.COM — Fakta mengejutkan terungkap dari kematian Maria Simaremare (38), staf Sekretariat Bawaslu OKU. Tim dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang memastikan, kematian korban bukan karena hal wajar, melainkan akibat tindakan kekerasan.

Hasil autopsi yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, pada Kamis (26/3/2026), mengungkap penyebab utama kematian korban.

Lihat Juga: Geger! Pegawai Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan

Lihat Juga: OTT Pemerasan! Dua Oknum LSM Ancam Bawaslu Soal Dana Hibah

Maria diketahui meninggal akibat terhalangnya oksigen setelah mengalami luka sayatan di leher yang memutus pembuluh darah besar.

“Korban mati karena lemas akibat saluran pernapasan terhalang, dan ada luka sayatan di leher yang memutus pembuluh darah besar,” kata Nandang.

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka serius di tubuh korban. Mulai dari bagian kepala hingga anggota tubuh lainnya. Luka memar terlihat di dahi dan bahu, kemudian lecet di dagu, lengan, hingga bibir yang menunjukkan pola seperti bekas gigitan.

Tim forensik juga menemukan tanda-tanda lain yang mengarah pada kekerasan, seperti bintik pendarahan di area wajah dan mata, serta perubahan warna pada ujung jari tangan dan kaki korban.

“Dikelopak mata ada bintik pendarahan, ujung jari tangan kebiruan, ujung kaki pucat. Luka di leher sudah dijahit, indikasi kekerasan dengan senjata tajam,” ungkapnya.

Sementara itu, pemeriksaan bagian dalam tubuh mengungkap kondisi yang lebih serius. Ditemukan adanya kerusakan pada kepala dan leher, termasuk resapan darah di bagian dalam kulit kepala, gangguan pada saluran pernapasan, hingga patah tulang leher.

Tak hanya itu, bintik pendarahan juga ditemukan pada organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati korban.

Lihat Juga: MK Kabulkan Uji Materi UU Pers, Wartawan Tak Bisa Lagi Langsung Digugat Pidana atau Perdata

Sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut, tim dokter forensik turut melakukan pemeriksaan tambahan, termasuk swab vagina serta analisis cairan lambung korban.

“Hasil autopsi menegaskan kematian korban bukan wajar, ada unsur kekerasan yang dialami Maria Simaremare,” tegas Nandang. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *