LUBUK LINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM – Keluarga pasien di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel), mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum perawat terkait jam besuk.
Korban diketahui bernama Maya, warga Taba Pingin, yang merupakan keluarga pasien pengguna BPJS.
Pilihan Redaksi
Duet Maut: Rekonstruksi Peristiwa di Jembatan Ponton Ulu Musi
Kasus Pembunuhan Berdarah: Reka Adegan Peristiwa Mengerikan di Empat Lawang
1 Muharram, Awal Tahun Hijriyah dan Peristiwa Penting dalam Islam
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026). Saat itu, orang tua Maya sedang dirawat dan ada keluarga yang datang menjenguk.
Ketika proses kunjungan berlangsung, petugas kebersihan masuk untuk membersihkan ruangan. Maya mempersilakan petugas tersebut, namun meminta agar karpet tidak disapu terlebih dahulu.
Tak lama kemudian, seorang perawat RSUD Siti Aisyah datang dan berdiri di depan pintu ruangan.
Dengan posisi berkacak pinggang, perawat tersebut meminta agar karpet diangkat dan menegaskan bahwa jam besuk telah berakhir.
“Perawat mengatakan bila tidak mengerti, saya akan memanggil satpam untuk mengusir kamu (Maya dan keluarga),” kata Maya dalam video yang viral di media sosial di Lubuklinggau, Senin (6/4/2026).
Mendengar ucapan tersebut, Maya mengaku merasa tersinggung.
Ia kemudian mendatangi perawat tersebut dan menyampaikan bahwa jika jam besuk telah habis, seharusnya disampaikan dengan cara yang baik.
“Kemudian, dijawab oleh perawat itu dia tidak marah bila saya tidak marah-marah, kemudian terjadilah perdebatan di antara kami berdua,” ungkapnya.
Respons Wali Kota
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Lubuklinggau, H Rachmat Hidayat (Yoppy Karim), menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Siti Aisyah.
“Kami datang ini dalam rangka evaluasi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Selain dalam rangka rencana menambah fasilitas kesehatan, juga untuk melakukan peningkatan pelayanan,” kata Yoppy.
Terkait penerapan SOP, Yoppy mengaku pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada tenaga kesehatan dan menyebut bahwa jam besuk memang telah berakhir saat kejadian berlangsung.
“Untuk hal seperti itu, kami konfirmasi dengan nakes-nya kenapa bisa terjadi seperti itu. Gara-gara jam besuk saat dilakukan pembersihan oleh cleaning service, keluarga pasien masih dalam ruangan,” ujarnya.
Lihat Juga: Bripda RR Dipecat Tidak Hormat, Jadi Warning Keras Soal Integritas di Polres Pagar Alam
Namun demikian, ia mengakui adanya miskomunikasi dalam penyampaian informasi oleh petugas.
“Jadi kami evaluasi, artinya SOP harus diterapkan, kejadian ini jadi evaluasi kita bersama,” ungkapnya. *
