Empat Lawang Siap Jadi Lumbung Pangan, Ratusan Hektare Sawah Disiapkan

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pertanian terus mempercepat upaya perluasan sektor pangan.

Ratusan hektare lahan baru ditargetkan akan dikembangkan menjadi area persawahan produktif pada tahun anggaran 2026 mendatang.

Pilihan Redaksi

Empat Lawang Targetkan 214 Hektare Cetak Sawah Rakyat, Bupati Joncik Pimpin Tanam Perdana

Empat Lawang fokus ke pertanian Target besar: 1.200 hektare sawah baru di 2026!

Ramai Isu Mobil Dinas Baru, Pemkab Empat Lawang Tegaskan Sudah Dibatalkan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengawal usulan tersebut di Kementerian Pertanian RI. Langkah ini dilakukan guna memperkuat fondasi ketahanan pangan di Kabupaten Empat Lawang.

Menariknya, proyek ini tidak hanya terpusat di satu wilayah. Hendra menegaskan bahwa seluruh kecamatan di Bumi Saling Keruani Sangu Kerawati akan merasakan dampak dari program tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan luas lahan baku sawah (LBS) secara signifikan.

“Kita berusaha memaksimalkan usulan cetak sawah baru untuk tahun anggaran 2026 dari kementerian. Pembangunan sawah baru tersebut, semua kecamatan kebagian,” ujar Hendra.

Setelah usulan diajukan, tahap selanjutnya adalah verifikasi lapangan. Jika disetujui, tim teknis dari Kementerian Pertanian akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memastikan wilayah sasaran benar-benar layak dijadikan area persawahan.

Lihat Juga: Bupati Empat Lawang Kenang Haji Halim Ali, Sosok Dermawan yang Dedikasikan Hidup untuk Umat

Selain pembukaan lahan baru, Hendra menambahkan bahwa pemerintah juga fokus pada optimalisasi lahan yang sudah ada. Agenda rehabilitasi akan dilakukan terhadap ratusan hingga ribuan hektare sawah yang sebelumnya telah dicetak agar kembali produktif secara maksimal.

“Kita berharap dengan bertambahnya lahan sawah baru, jalan menuju daerah penghasil beras terbanyak dan terbaik terbuka lebar. Tinggal lagi bagaimana kita memberikan edukasi dan binaan kepada masyarakat petani sawah,” pungkasnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *