EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan dugaan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk pembelian mobil dinas baru senilai Rp3,5 miliar oleh Bupati Joncik Muhammad.
Melalui kuasa hukumnya, Pemkab menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pilihan Redaksi
Heboh Bupati Empat Lawang Open House di Hotel Arista? Kominfo Empat Lawang: Itu Hoaks!
BPS Empat Lawang Matangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Joncik: Data Akurat Fondasi Pembangunan
Empat Lawang Targetkan 214 Hektare Cetak Sawah Rakyat, Bupati Joncik Pimpin Tanam Perdana
Advokat Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rizki A. Saputra, S.H., M.H., menyesalkan pemberitaan yang dinilainya tendensius, politis, dan tidak didukung data yang lengkap. Ia menegaskan bahwa tidak ada realisasi pembelian mobil dinas tersebut.
“Rencana pengadaan itu telah dibatalkan jauh-jauh hari. Anggaran yang semula dialokasikan untuk kendaraan dinas dialihkan untuk pembayaran kewajiban kepada BPJS Kesehatan,” ujar Rizki dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, 4 April 2026.
Sebagai langkah prioritas, Pemkab Empat Lawang telah mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan masyarakat. Kebijakan ini disebut berdampak langsung pada kembalinya akses layanan kesehatan bagi ribuan warga yang sebelumnya terkendala tunggakan.
“Langkah ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan kepentingan publik di atas fasilitas pemerintahan,” tegas Rizki.
Lebih lanjut, Rizki menyebut bahwa dalam kesehariannya, Bupati Joncik Muhammad tidak menggunakan fasilitas kendaraan dinas baru, melainkan tetap menggunakan kendaraan pribadi sebagai bentuk efisiensi belanja daerah. Hal ini dinilai seharusnya dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lain.
Lihat Juga: Joncik Muhammad Kukuhkan 62 Pejabat, Pesan Tegas: Jabatan Bukan Hak!
“Bahkan belum genap 100 hari masa kerja, Bupati Joncik Muhammad, telah melakukan berbagai terobosan strategis yang menegaskan keberpihakannya kepada masyarakat. Sejumlah capaian tersebut mendapat apresiasi dari media nasional, pelaksanaan agenda Pertemuan Daerah (PEDA) XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Selatan, serta langkah konkret pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.”
Pihaknya juga menghimbau kepada pengamat dan lembaga terkait untuk mengedepankan verifikasi data yang akurat sebelum menyampaikan pernyataan ke publik. Pemkab Empat Lawang memastikan tetap berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, tutup Rizki. (Fir)
