Ss curhatan hati seorang tks di media sosial instagram. (Fir/KBR4L)
KABAREMPATLAWANG.COM – Keluhan terkait pembayaran gaji tenaga kerja sukarelawan (TKS) menjadi perhatian setelah viral di media sosial Instagram.
Akun @Empatlawanginsta memposting keluhan dari TKS yang menyatakan bahwa gaji mereka tak kunjung dibayarkan selama delapan bulan. Sabtu. 30 Desember 2023.
Dalam postingannya, @Empatlawanginsta mengungkapkan bahwa TKS Pemda Empat Lawang mengadakan protes terkait keterlambatan pembayaran gaji di lingkungan Pemda Empat Lawang.
Baca Juga:
Terkesan Jorok, Tumpukan Sampah Menghiasi Ibukota Empat Lawang
Namun diduga Pj Bupati Empat Lawang memberikan jawaban kontroversial membuat hati salah satu TKS merasa dihinakan
“Kenapa, ngapai kalian harus protes kalian ingat gak waktu kalian pertama kali kerja disitu tertera bahwa kalian itu hanya TKS atau tenaga sukarela,” ungkap salah satu TKS didalam postingan itu
Keluhan ini mencuat karena TKS dalam pandangan Pj Bupati Empat Lawang TKS dianggap tidak memiliki harga diri dan dianggap tidak layak untuk digaji.
“Miris kak tanggapannya lalu kenapa dari dulu harus di pekerjakan harus dibayar TKS sudah lama sudah dari sejak awal Empat Lawang kalau nggak salah dari tahun 2007, namanya sudah tks sejak saat itu namun sekarang di mata PJ TKS tidak ada harga dirinya bahkan tidak patut untuk digaji”, ucapnya
Bahkan, hanya TKS di lingkungan kantor bupati yang tidak mendapatkan pembayaran, sedangkan prangkat desa dan BPD juga menghadapi masalah serupa, dengan gaji dari bulan 11 dan 12 yang hingga saat ini belum dibayarkan.
Baca Juga:
Dalam Tempo 3 Jam Pelaku Curas Berhasil di Tangkap Beserta Barang Bukti Uang 50 Juta
“Untuk prangkat desa dan BPD gaji mereka dari bulan 11 dan 12 juga angus tidak dibayarkan”, cetusnya
Postingan tersebut mendapat respons dari masyarakat, dengan 201 orang menyukai postingan tersebut dan 19 orang memberikan komentar.
Sementara Pj Bupati Empat Lawang Pauzan Khoiri Denin membantah terkait pernyataan TKS yang menyebut bahwa dirinya tidak menghargai dan menganggap tks itu tidak penting viral di media sosial (Instagram).
“Bahwa saya selaku pejabat bupati tidak pernah mengabaikan atau menganggap honorer itu tidak penting,” ucapnya saat di hubungi melalui pesan singkat WhatsApp.
Pauzan mengurai kronologis dimana pada pukul 15.30 wib, dirinya didatangi serombongan TKS sekretariat daerah menuntut aspirasi terkait pencairan honor.
“Kami sampaikan honor masih dalam proses menunggu transfer uang dari pusat apabila sudah selesai maka akan segera didiskusikan dan mereka (TKS) memaksa minta kepastian jam berapa, saya selaku penjabat selagi uang belum di tangan tidak bisa memastikan, nah itu untuk kronologis”, ungkapnya
Pauzan mengatakan tidak ada kalimat dimana bahwasannya dirinya merendahkan dan tidak menganggap tks itu tidak penting, hanya saja prihal jasa upah atau honorerium itu seusai kemampuan keuangan daerah
“Jadi tidak ada kalimat mengatakan prihal, saya sampaikan bahwa adik adik tks pada awal bekerja memang pada intinya untuk mengabdi, prihal jasa upah atau honorerium itu sesuai dengan kondisi dan keuangan daerah, kalau keuangan daerah memungkinkan pasti akan disampaikan dan diberikan, tapi kalau seandainya tidak ya seperti uangnya tidak ada”, katanya
Baca Juga:
13 Pejabat Empat Lawang Dilantik, Ini Nama-namanya?
Mudah mudahan lanjutnya, kalau memang ada uangnya nanti akan segera diselesaikan, jadi terkait berita yang viral itu saya akan komunikasi dengan yang bersangkutan kalau memang ingin sama sama mengabdi Empat Lawang untuk disesuaikan. (Fir)
