Polsek Baturaja Timur Cek Isu Beras Oplosan dan Pelanggaran HET di OKU

Pemerintahan, Sumsel202 Dilihat

OKU, KABAREMPATLAWANG.COM – Demi ngejaga kualitas pangan yang beredar di tengah masyarakat, Polsek Baturaja Timur Polres OKU turun langsung ke lapangan buat ngecek isu soal dugaan beras oplosan dan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang katanya beredar di wilayah Kecamatan Baturaja Timur.

Semua ini gegara muncul isu beras yang katanya nggak sesuai standar mutu dan dijual dengan harga serta timbangan yang bikin curiga.

Lihat Juga: Kok Bisa?, Ketuk Palu Persidangan Pakai Tangan, Nico Thomas Kritik Putusan Bawaslu Empat Lawang

Lihat Juga: Residivis di Muratara Kembali Berulah! Megi Irawan Ditangkap Usai Curi Kotak Amal

Lihat Juga: Diamankan Warga dan Diseret ke Polsek Dempo Utara, Remaja Asal Lahat Kepergok Curi Kopi

Tim Polsek langsung meluncur ke beberapa lokasi, termasuk Desa Air Poah dan Desa Tanjung Baru. Di sana, mereka nemuin ada pedagang yang jual beras premium seharga Rp15.000/kg, tapi pakai timbangan dacing 10 kg. Hmm, mencurigakan ya?

Tapi pas dicek lagi ke Pasar Baru dan Pasar Atas Baturaja, ternyata harga beras masih aman-aman aja, kok! Untuk beras medium harganya kisaran Rp10.000–Rp13.500/kg, sementara beras premium di angka Rp13.000–Rp15.000/kg. Masih normal lah ya…

Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, S.H., M.H., bilang pas dikonfirmasi Senin (21/7), belum ada indikasi pelanggaran serius.

“Pedagang beras di Kecamatan Baturaja Timur sebagian besar mendapatkan pasokan dari tengkulak Belitang, OKU Timur, yang diketahui menerima langsung dari penggilingan padi. Sementara masyarakat di sini mayoritas membeli beras di pasar tradisional yang tidak bermerek,” ujar Azwan.

Walau belum nemuin hal mencurigakan, Polsek tetap ngingetin para pedagang buat nggak main-main sama timbangan atau nyampur beras seenaknya.

Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo lewat Kasi Humas AKP Ibnu Holdon juga kasih statement penting:

“Pemantauan ini penting agar informasi awal terkait adanya beras tak layak edar bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya.

AKP Ibnu Holdon juga ngarep banget biar Disperindag OKU segera bentuk tim pengawas gabungan buat ngawasin kualitas dan distribusi beras, baik yang ada di pasar tradisional maupun swalayan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *