Massa Nyaris Mengamuk di PT AMR Muratara, Terduga Pencuri Sawit Ditembak Brimob

Hukrim, Sumsel433 Dilihat

MURATARA, KABAREMPATLAWANG.COM — Suasana mencekam menyelimuti Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Selasa sore (22/7/2025), ketika seorang pria berinisial SU, diduga kuat terlibat pencurian buah sawit di areal perkebunan PT Agro Muara Rupit (AMR), ditembak oleh anggota Brimob.

Pria itu dilumpuhkan karena nekat melawan dan menyerang petugas saat hendak ditangkap.

Lihat Juga: Usai Curi As Kopel Mobil, Dua Warga Desa Durian Diciduk Polsek Peninjauan

Lihat Juga: 2 Pelaku Diciduk, 2 Kabur!, Aksi Pencurian Pipa Pertamina di Prabumulih Gagal Total

Lihat Juga: Residivis di Muratara Kembali Berulah! Megi Irawan Ditangkap Usai Curi Kotak Amal

Aksi dramatis itu bermula saat SU kedapatan tengah mengangkut sawit curian menggunakan mobil Suzuki APV bernopol B 1546 OLR. Patroli dialogis yang dilakukan oleh anggota Brimob bersama sekuriti perusahaan langsung mengejar kendaraan mencurigakan tersebut yang berusaha kabur dari lokasi.

Ketika kendaraan berhasil dihentikan, situasi berubah menjadi menegangkan.

“Saat mobil hendak dihentikan, pelaku keluar sambil membawa parang dan langsung menyerang anggota Brimob. Sudah diberikan tembakan peringatan, tapi dia tetap menyerang,” ungkap Kanit Intel Batalyon B Pelopor Brimob, Aipda Mey, Kamis (24/7/2025).

Karena pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan, petugas akhirnya melepaskan tembakan peluru karet yang mengenai paha kiri SU. Meski dalam kondisi terluka, SU berhasil kabur meninggalkan kendaraan dan hasil curiannya di lokasi kejadian.

Pengejaran berlangsung dalam kondisi medan yang gelap. Petugas sempat kehilangan jejak. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, SU dibawa oleh keluarganya ke RS Muara Rupit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka tembak.

Situasi makin memanas ketika kabar simpang siur menyebar ke Desa Kertasari. Diduga karena mengira SU tewas tertembak, sekitar pukul 22.00 WIB, puluhan warga dari desa tersebut datang beramai-ramai ke lokasi kejadian menggunakan empat unit minibus, lengkap dengan senjata tajam.

Aksi mereka nyaris berubah menjadi amuk massa. Mereka melempari mess pegawai PT AMR dan mencari petugas yang disebut telah menembak SU. Suasana benar-benar genting.

Namun, eskalasi konflik berhasil dicegah.

“Setelah dijelaskan, massa mulai tenang dan akhirnya membubarkan diri,” terang Aipda Mey.

Penjelasan bahwa SU masih hidup dan tindakan tegas petugas dilakukan karena ancaman langsung terhadap keselamatan aparat, menjadi kunci meredakan kemarahan massa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *