Terkendala Jarak Pandang, Karhutla Landa 4 Hektare Lahan Gambut di Muara Enim

Peristiwa, Sumsel221 Dilihat

MUARA ENIM, KABAREMPATLAWANG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan luas lahan terdampak mencapai 4 hektare.

Kebakaran ini telah berlangsung sejak Sabtu (26/7) sore dan hingga kini masih menyisakan asap di lokasi.

Lihat Juga: Kebakaran di Tanjung Ning Simpang, Satu Rumah Ludes, Dua Lainnya Rusak Ringan

Lihat Juga: BREAKING NEWS! Kebakaran Kios Pasar Pulau Mas Empat Lawang, Kerugian Capai Rp650 Juta

Lihat Juga:Musim Kemarau, Polres Musi Rawas Siaga Asap, Siap Cegah Karhutla

Peristiwa karhutla terjadi di Desa Suka Jadi, Kecamatan Sungai Rotan, sekitar pukul 15.10 WIB. Namun, Satgas Karhutla baru menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu malam.

“Karhutla di Muara Enim terjadi di lahan gambut dengan luas terbakar sekitar 4 hektare. Upaya pemadaman sudah dilakukan tim danru Damkar Kecamatan Sungai Rotan kemudian satgas karhutla juga telah ke lokasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq, Minggu (27/7/2025).

Upaya pemadaman telah dilakukan sejak malam oleh BPBD Posko Gelumbang. Namun, operasi tersebut terkendala oleh jarak pandang yang terbatas, sehingga dilanjutkan kembali pada pagi harinya.

“Setelah berkoordinasi bersama, tim satgas melanjutkan pemadaman pagi ini dikarenakan tidak efektif dan jarak pandang yang terbatas. Kondisi lahan itu masih berasap saat ditinggalkan,” katanya.

Abdurrozieq menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan sumber air dari kanal di sekitar lokasi. Sejumlah peralatan dan perlengkapan seperti mesin jinjing, selang machino, nozzle, dan lainnya juga telah disiapkan untuk menunjang pemadaman.

“Kita belum mengetahui siapa pemilik lahan dan penyebab lahan itu terbakar. Kita masih fokus penanganan kebakaran,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kejadian karhutla juga diikuti dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk meminimalisir terjadinya karhutla. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *