Tragis! Nenek Asal Muara Lakitn, Ditemukan Tewas dan Membusuk di Kebun Muba

Peristiwa, Sumsel325 Dilihat

MUBA, KABAREMPATLAWANG.COM – Perjalanan seorang nenek bernama Zaitunina (60) yang bermula dari niat silaturahmi, berakhir dengan tragedi memilukan.

Setelah menghilang selama dua pekan tanpa jejak, ia ditemukan telah membusuk di tengah perkebunan sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan, di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (26/7/2025).

Lihat Juga: Innova vs Truk, Dua Tewas Empat Luka-Luka Dalam Kecelakaan Maut di Prabumulih

Lihat Juga: Diduga Korban Penculikan, Bocah 6 Tahun di OKI Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Lihat Juga: Perlintasan Tanpa Palang, Dua Petani Warga Seguring Kecil Tewas Tertabrak Kereta

Penemuan jasadnya bukan tanpa cerita. Sepasang suami istri, Candra dan Nilawati, yang tengah memotong rumput di sekitar pabrik padi Desa Tebing Bulang, mencium bau busuk menyengat. Mereka pun mengikuti aroma kematian itu hingga menemukan tubuh renta yang telah rusak dimakan waktu.

Tanpa menunda, mereka melapor ke aparat desa dan pihak kepolisian. Saat ditemukan, identitas korban masih menjadi misteri. Namun, dua hari berselang, kabut itu tersingkap—pihak keluarga memastikan jasad itu adalah Zaitunina.

“Dari pakaian dan barang-barangnya, termasuk surat tanah dan kartu identitas, kami yakin itu ibu kami,” ujar salah satu anak korban, suara lirih menggambarkan duka mendalam.

Kisah pilu ini bermula ketika Zaitunina berpamitan dari rumah anaknya di Lubuklinggau, 6 Juli 2025 lalu. Ia hendak mengunjungi kerabat di Muba sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang. Namun sejak hari itu, ia lenyap dari peradaban. Tak ada telepon, tak ada kabar.

Keluarga meyakini Zaitunina tersesat di jalan perkebunan yang kini telah berubah wajah. Tanah yang dulu dikenalnya kini menjadi labirin sunyi, tanpa petunjuk arah dan minim sinyal komunikasi.

“Biasanya dia tahu arah. Tapi bisa jadi kali ini salah jalan karena kondisi kebun sudah tidak seperti dulu,” kata kerabat korban.

Pihak kepolisian membenarkan tragedi ini. Kasi Humas Polres Muba, Iptu S. Hutahaean mengatakan penyebab kematian masih dalam penyelidikan.

“Identitas sudah diketahui, tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya. Apakah karena tersesat, kelaparan, atau ada faktor lain,” ujarnya.

Perjalanan yang diniatkan untuk bertemu keluarga, justru menjadi jalan sunyi menuju akhir hayat. Zaitunina, seorang ibu, seorang nenek, kini telah kembali ke pangkuan Ilahi dalam keheningan perkebunan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *