Usai Viral Injak Al-Quran, Oknum ASN Bengkulu Minta Maaf: Saya Dalam Kondisi Tertekan

Peristiwa347 Dilihat

BENGKULU, KABAREMPATLAWANG.COM – Seorang ASN Bengkulu berinisial VA akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah videonya viral karena menginjak Al-Qur’an.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan video berdurasi 31 detik yang direkam sendiri oleh pelaku.

Lihat Juga: Viral ASN di Bengkulu Injak Al-Qur’an, PBNU Imbau Publik Tak Reaktif

Lihat Juga: ASN Terlibat Kasus Curat di Pagar Alam, Buron 9 Bulan Akhirnya Ditangkap Polisi

Dalam video itu, VA mengakui perbuatannya yang sempat memicu kemarahan publik. Ia mengaku melakukan tindakan tersebut saat berada dalam kondisi tidak stabil akibat masalah pribadi yang tengah dihadapinya.

“Saya mengakui telah menginjak Al-Qur’an dalam melakukan sumpah. Saat itu saya sedang sakit dan dalam kondisi tertekan dengan persoalan pribadi. Atas kekeliruan ini, saya mohon maaf,” ujar VA dalam video permintaan maaf berdurasi 31 detik itu.

Sebelumnya, video VA yang berstatus sebagai ASN di Kelurahan Kampung Pensiunan, Kabupaten Kepahiang, sempat beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral tersebut, VA tampak menginjak kitab suci Al-Qur’an sebagai bentuk sumpah untuk membuktikan dirinya tidak bersalah dalam suatu persoalan pribadi.

Aksi tersebut langsung menuai kecaman dari warganet dan masyarakat luas. Banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan, terlebih oleh seorang aparatur sipil negara yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

Dalam video klarifikasinya, VA mengaku menyesal dan menyadari kesalahan besar yang telah dilakukan. Ia menegaskan tindakannya tidak seharusnya terjadi, dan meminta semua pihak untuk memaafkan kekeliruannya.

Lihat Juga: Gegara Kecanduan Slot, ASN ini Gelapkan Motor Rekan Sendiri!

“Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan ini,” tutup VA dengan nada menyesal.

Kasus ASN menginjak Al-Qur’an di Bengkulu ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan diskusi di media sosial mengenai etika, nilai keagamaan, serta tanggung jawab moral seorang pegawai negeri di tengah tekanan pribadi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *