Sempat Mangkir, Pasutri Pemilik Travel Umrah Akhirnya Diamankan Polisi

Hukrim, Sumsel1 Dilihat

LUBUK LINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM – Kasus dugaan penipuan travel umrah di Lubuk Linggau akhirnya memasuki babak baru. Pasangan suami istri (pasutri) yang sebelumnya dilaporkan kini telah diamankan pihak kepolisian setelah sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan.

LUBUK LINGGAU – Pasangan suami istri (pasutri) pemilik agensi travel di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang dilaporkan atas dugaan kasus penipuan yakni YN, dan JA akhirnya ditangkap polisi. Mereka diamankan usai mangkir dua kali dari panggilan polisi.

Pilihan Redaksi

Owner Ummi Travel Lubuklinggau Dua Kali Mangkir Panggilan Polisi, Terancam DPO 

Kecelakaan Bus Jemaah Umrah di Muba, 4 Orang Tewas di Tempat

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji 2023–2024

Pasutri ini diamankan Unit Pidsus Polres Lubuklinggau di Kota Tangerang, Banten pada Selasa (14/4/2026) malam.

Penangkapan ini langsung jadi sorotan karena kasusnya sempat ramai diperbincangkan dan melibatkan banyak calon jemaah.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Dodi Rislan, menyampaikan bahwa saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Ya benar, kedua terlapor sudah kami amankan di Polres Lubuklinggau dan sedang kami lakukan pemeriksaan secara intensif,” katanya, Rabu (15/4/2026)

Sementara itu, kuasa hukum terduga pelaku, Diki Zulkarnain, menegaskan pihaknya akan fokus mendampingi klien selama proses hukum berjalan.

“Langkah untuk saat ini yakni mendampingi dalam tahap pemeriksaan dalam merunut kejadian itu sampai sekarang, apa sebab akibatnya sehingga terjadi permasalahan seperti ini. Jangan sampai ada intervensi karena yang tau persis kejadian itu kedua klien saya,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah puluhan warga Musi Rawas diduga menjadi korban travel umrah berinisial UWT.

Sebanyak 20 calon jemaah yang telah membayar biaya keberangkatan dijadwalkan berangkat pada Rabu (4/2/2026) dari Palembang menuju Jeddah. Namun, setibanya di Jakarta, mereka tidak mendapatkan kejelasan dari pihak travel.

Akibatnya, para jemaah sempat terlantar dan harus mencari solusi sendiri.

Lihat Juga: Lansia di Muara Enim Tewas di Pinggir Jalan, Diduga Alami Kecelakaan Tunggal saat Hujan Lebat

Sebanyak 12 jemaah akhirnya tetap berangkat melalui travel lain dengan biaya tambahan. Sementara 8 jemaah lainnya memilih kembali ke Musi Rawas dengan biaya pribadi.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *