Mengaku Korban Banjir, Wanita Asal Agam Ditemukan Linglung di Polres Lubuk Linggau

Peristiwa, Sumsel49 Dilihat

LUBUK LINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM – Seorang wanita asal Sumatra Barat (Sumbar) dilaporkan telah beberapa hari terakhir mondar-mandir di sekitar Mapolres Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.

Wanita tersebut diketahui bernama Mega Silvia, warga Taruko Jorong Sutijo, Desa Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar, sebagaimana tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.

Lihat Juga: Gagal Bobol Rumah Polisi, Pelaku di Lubuk Linggau Putus Tangan Akibat Sabetan Warga

Dari pengamatan petugas, kondisi wanita tersebut tampak linglung dan kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah saat dimintai penjelasan.

Berdasarkan pengakuannya, Mega mengaku sebagai salah satu warga terdampak bencana banjir di Sumbar dan datang ke Kota Lubuk Linggau dengan tujuan mencari keluarganya.

Kasat Samapta Polres Lubuk Linggau, AKP Subardi, membenarkan keberadaan wanita tersebut yang saat ini berada di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lubuk Linggau.

“Ada seorang wanita yang mengaku berasal dari Sumbar. Dari pengakuannya, dia sudah sekitar satu minggu berada di Lubuk Linggau,” ujar Subardi, Selasa (6/1/2026).

Untuk menelusuri keberadaan pihak keluarga, kepolisian telah berkoordinasi dengan warga Minang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minang (IKM) Lubuk Linggau.

Lihat Juga: Polisi Tangkap Pengedar Sabu, 16 Paket Diamankan dari Rumah Bedeng di Lubuk Linggau

“Kami sudah berkoordinasi dengan IKM Lubuk Linggau. Harapannya ada keluarga yang mengenali dan bisa menjemput, sehingga yang bersangkutan dapat kembali ke Sumbar,” jelasnya.

AKP Subardi menambahkan, apabila tidak ditemukan solusi melalui koordinasi tersebut, Polres Lubuk Linggau akan mengambil langkah lanjutan dengan menyerahkan Mega kepada Dinas Sosial agar mendapatkan penanganan dan pendampingan yang sesuai.

“Kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Jika memang tidak ada solusi dari pihak keluarga atau IKM, maka akan kami serahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut,” jelas AKP Subardi.

Sementara itu, perwakilan warga Minang di Lubuk Linggau, Charles, mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi internal, tidak ada anggota Ikatan Keluarga Minang (IKM) Lubuk Linggau yang mengenal wanita tersebut sebagai keluarga maupun kerabat.

“Saya sudah bicara langsung dengan ibu tersebut, tapi tidak nyambung. Keterangannya berubah-ubah. Awalnya mengaku korban bencana, lalu saat ditanya kenapa di Lubuk Linggau, dia bilang mau mendaftar jadi Polwan,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak IKM tetap berupaya membantu dengan menghubungi jaringan keluarga Minang di kampung halaman untuk proses pemulangan.

Lihat Juga: Residivis Lubuk Linggau Curi Besi Proyek, Uang Digunakan untuk Sabu dan Judi Slot

“Kami juga berencana memfasilitasi pemulangan Ibu Mega ke Kabupaten Agam, Sumbar, sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP-nya apabila keluarga di daerah asal dapat dihubungi,” jelas Charles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *