LUBUK LINGGAU, KABAREMPATLAWANG.COM – Kabar duka datang dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Seorang pria lanjut usia bernama Sutrisno (65) meninggal dunia usai menjadi korban penusukan brutal.
Korban sebelumnya ditusuk belasan kali oleh Noval (26), pria yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Lihat Juga: Pelaku Penusukan Lansia di Lubuklinggau Diduga ODGJ, Korban Ditusuk 13 Kali
Sutrisno menghembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau. Kondisi korban sebenarnya sempat menunjukkan perkembangan positif usai insiden penusukan yang terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat itu, korban dinilai cukup membaik hingga diperbolehkan pulang ke rumah. Namun nahas, pada Sabtu (17/1/2026) siang, kondisi korban kembali memburuk akibat infeksi pada bekas luka tusukan. Ia pun harus dilarikan kembali ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.
Setelah mendapat perawatan intensif, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB. Kabar tersebut dibenarkan oleh anak korban, Endang.
“Awalnya kemarin (Sabtu) itu sudah sempat membaik dan sudah bisa diajak ngobrol, jadi sudah diperbolehkan pulang. tapi karena bekas lukanya infeksi kita bawa berobat lagi ke rumah sakit,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Lihat Juga: Ketua Kuda Lumping Diserang OTK di Rumah, Alami 13 Luka Tusuk
Endang mengungkapkan, parahnya luka tusukan yang dialami ayahnya membuat kondisi korban terus menurun hingga akhirnya tak tertolong.
“Total jumlah lukanya sampai 15 tusukan dan yang besar 13 luka tusukan. Pas perawatan itu karena sudah terlalu parah akhirnya meninggal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Pasalnya, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Lihat Juga: Juru Parkir di Lubuklinggau Ditusuk Teman Sendiri Gara-Gara Tolak Diajak Mencuri
“Karena diduga pelaku yang nusuk ini ODGJ, jadi masih kita cek dulu ke psikiater untuk memastikan apakah pelaku memang mengalami gangguan jiwa atau tidak,” katanya.
