Bahaya! Anak-anak Lempari Batu di Tol Prabumulih–Indralaya, DPRD Sumsel Dorong Edukasi

1 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

PALEMBANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Aksi pelemparan batu ke kendaraan yang melintas di Jalan Tol Prabumulih–Indralaya bikin publik prihatin. Soalnya, pelakunya didominasi anak-anak di bawah umur, dan ini jelas bukan hal sepele.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan, H. David Hadrianto Aljufri, menegaskan kalau kejadian ini nggak bisa dianggap sekadar kenakalan remaja. Menurutnya, aksi itu super berbahaya dan bisa banget mengancam nyawa para pengguna jalan tol.

Lihat Juga: Lima Mobil Dilempari Batu di Tol Palembang-Prabumulih, Polisi Lakukan Pengecekan

“Ini bukan sekadar iseng. Pelemparan batu bisa berakibat fatal dan harus menjadi perhatian semua pihak,” kata David, Minggu (18/1/2026).

Dari informasi yang ia terima, para pelaku masih berusia belasan tahun. Di usia segitu, kata David, seharusnya anak-anak fokus sekolah dan pembentukan karakter, bukan malah bikin ulah yang membahayakan orang lain.

Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi gerak cepat pengelola tol dan kepolisian yang sudah mengamankan para pelaku serta memfasilitasi mediasi dengan korban. Tapi, ia menilai penanganan nggak cukup kalau cuma lewat jalur hukum formal.

Lihat Juga: Tega! Pria Asal OKI Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus di Prabumulih

“Pendekatan edukatif jauh lebih penting. Anak-anak ini sering tidak memahami risiko dari perbuatan mereka. Mereka melakukannya karena iseng, tanpa menyadari dampaknya,” ujarnya.

David mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengelola tol, kepolisian, sampai sekolah-sekolah di sekitar jalur tol. Ia juga mengusulkan sanksi yang sifatnya mendidik, bukan cuma hukuman pidana.

“Bisa diarahkan ke kegiatan sosial, membersihkan lingkungan, atau program pembinaan di sekolah. Tujuannya menanamkan tanggung jawab dan memberi efek jera,” katanya.

Selain itu, David menekankan peran aktif pengelola tol buat meningkatkan pengamanan di titik-titik rawan. Menurutnya, pengawasan nggak boleh cuma dibebankan ke polisi.

“Pengelola tol harus rutin patroli, terutama di lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul anak-anak. Pengamanan harus tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kalau kasus serupa pernah terjadi di ruas Tol Kayuagung–Palembang dan sekarang jarang terulang karena pengawasan dan edukasi yang konsisten. Ini bukti kalau pencegahan bisa efektif asal dilakukan terus-menerus.

“Edukasi tidak boleh sporadis. Semua pihak harus terlibat, termasuk masyarakat dan orang tua,” ujarnya.

Lihat Juga: Ayah di OKU Selamatkan Anak dari Kebakaran, Rumah dan Mobil Ludes Terbakar

David turut menyoroti dampak psikologis dari aksi tersebut yang bikin pengguna jalan merasa takut dan resah. Ia menegaskan pencegahan harus dilakukan secara terpadu.

“Fokus utama adalah membentuk karakter anak. Mereka harus paham konsekuensi perbuatannya. Kalau itu tertanam, perilaku berbahaya seperti ini bisa ditekan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *