Ribuan Warga PALI Demo, Tuntut BPJS Kesehatan 40.499 Warga Diaktifkan Kembali

1 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

PALI, KABAREMPATLAWANG.COM — Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli PALI turun ke jalan buat menuntut pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 40.499 warga yang dinonaktifkan Pemerintah Kabupaten PALI sejak 1 Januari 2026. Aksi ini jadi bentuk protes keras atas kebijakan yang dinilai bikin rakyat kecil makin terjepit.

Aksi yang digelar di Bundaran Ikan Serandang, kawasan Simpang Limo, Senin (19/1/2026), berlangsung dengan vibe penuh semangat.

Lihat Juga: WADUH!, Pemkab Empat Lawang Nunggak 35.6 Miliar Kepada BPJS Kesehatan, Ini Kata Fauzan

Massa datang dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak sampai emak-emak, semuanya kompak menyuarakan keresahan mereka.

Koordinator aksi, Abu Rizal, menegaskan kalau demo ini murni lahir dari jeritan masyarakat.

“Ini aksi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tuntutan kami jelas: aktifkan kembali BPJS Kesehatan 40.499 warga PALI yang dinonaktifkan Pemkab PALI. Kami mendesak Bupati segera bertanggung jawab,” tegas Abu Rizal di hadapan massa.

Ia juga menyayangkan di tengah gelombang protes dan jeritan warga, Bupati PALI Asgianto justru tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. Hal itu makin bikin massa kecewa.

Lihat Juga: Pekerja CV Berhak Terima Upah Sesuai UMR, Apa Dasar Hukumnya?

Nada kritik makin tajam disampaikan Indra Setia Haris, koordinator aksi lainnya. Ia menilai alasan efisiensi anggaran sama sekali nggak masuk akal kalau sudah menyangkut hak dasar masyarakat.

“Anggaran daerah hampir Rp1 triliun. Menyisihkan Rp30 miliar saja untuk kesehatan rakyat tidak mau. Ini soal keberpihakan. Saat rakyat PALI sakit, Bupati PALI entah di mana?” serunya lantang.

Momen paling emosional datang dari Mariana, warga Kecamatan Talang Ubi. Dengan suara bergetar dan air mata mengalir, ia mengaku jadi korban langsung kebijakan ini.

“Saya rutin berobat, bahkan harus dirujuk karena sakit gigi. Tapi minggu lalu, saat ke Puskesmas Talang Ubi, saya justru ditolak karena BPJS saya sudah tidak aktif,” ungkap Mariana, sambil menangis di tengah kerumunan massa.

Para demonstran menilai kebijakan penonaktifan BPJS Kesehatan ini mencederai rasa keadilan dan bertentangan dengan semangat perlindungan sosial, apalagi soal kesehatan yang menyangkut nyawa manusia.

Lihat Juga: Mahasiswi di PALI Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Pengedar Sabu

Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih terus berlanjut. Massa menegaskan bakal tetap mengawal dan melanjutkan perjuangan kalau tuntutan pengaktifan kembali BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga PALI belum juga dipenuhi Pemerintah Kabupaten PALI.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *