EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Kabar mantap datang dari sentra perkebunan kopi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Menjelang panen raya yang diprediksi bakal berlangsung April mendatang, harga biji kopi masih bertahan solid di angka Rp55.000 per kilogram.
Walau belum balik ke level tertinggi Rp70.000 per kilogram, harga saat ini tetap dianggap ramah di kantong petani. Apalagi, posisinya masih konsisten di atas Rp50.000 per kilogram, jadi masih aman buat napas panjang para pekebun.
Lihat Juga: Petani di Empat Lawang Menjerit, Harga Kopi Anjlok
Lihat Juga: Harga Kopi Merosot, Petani Pagar Alam Harap Fluktuasi Tak Terlalu Tajam
Harga kopi memang sempat terkoreksi dari Rp57.000 per kilogram. Meski begitu, kondisi pasar sejauh ini masih terbilang kalem dan belum menunjukkan gejolak berarti. Para pengepul pun memastikan harga masih berada di zona aman.
“Sekarang yang bagus masih Rp55 ribu per kilogram,” kata Soni, salah seorang pengepul kopi di Empat Lawang.
Buat masyarakat Empat Lawang, kopi bukan cuma soal komoditas, tapi sudah jadi sumber penghidupan utama. Naik-turun harga jadi cerita sehari-hari yang sudah biasa mereka hadapi. Pernah merasakan manisnya harga tinggi, para petani juga tak lupa pahitnya saat harga anjlok hingga Rp43.000 per kilogram.
Salah satu petani kopi, Dodi, mengaku terus update soal perkembangan harga sambil tetap fokus merawat kebun agar kualitas kopi tetap terjaga. Ia berharap tren positif ini bisa bertahan sampai panen tiba.
“Harapannya saat panen nanti harga kopi bisa tinggi lagi seperti kemarin,” ujarnya.
Saat ini, para petani memilih fokus menjaga mutu biji kopi. Mereka sadar, kualitas jadi kunci utama buat menentukan daya tawar di pasar.
Baca Selengkapnya disini
