Banjir Paiker Ngamuk! 35 Hektare Sawah Puso, Puluhan Rumah Sempat Terendam

Peristiwa, Sumsel270 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM — Banjir yang ngegas menerjang Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) ninggalin dampak yang gak main-main.

Gak cuma merendam rumah warga, luapan sungai juga bikin sektor pertanian auto lumpuh.

Pilihan Redaksi

Banjir Terjang Paiker Empat Lawang, Sawah Hanyut dan Bendungan Jebol

Mengaku Korban Banjir, Wanita Asal Agam Ditemukan Linglung di Polres Lubuk Linggau

PAIKER Berduka, Banjir Hantam Desa-desa, Rumah Terendam, Sawah Hancur!, BPBD Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Hujan deras sejak Minggu (5/4/2026) siang sampai malam bikin debit sungai naik drastis dan gak lagi ketahan. Air langsung meluap, nyapu sawah sampai ke permukiman di sejumlah desa.

Dampak paling parah kerasa di Desa Nanjungan dan Desa Air Mayan. Total ada 35 hektare sawah yang dipastikan gagal panen (puso) setelah diterjang banjir, sekarang kondisinya tertutup lumpur dan sampah.

Rinciannya, 20 hektare sawah rusak di Desa Nanjungan dan 15 hektare di Desa Air Mayan. Buat warga, ini bukan cuma soal rugi, tapi juga kehilangan sumber penghidupan utama mereka.

Situasi makin runyam gara-gara Bendungan Sungai Hangat jebol. Kerusakan ini bikin aliran air makin liar dan meluas ke wilayah yang sebelumnya relatif aman.

Di Desa Pagar Jati, air setinggi lutut orang dewasa sempat ngerendem 25 rumah warga. Sementara Desa Air Mayan jadi wilayah paling terdampak dengan 20 rumah terendam, disusul Desa Nanjungan sebanyak 5 rumah.

Walau air sudah surut pada Senin (6/4/2026) sore, sisa lumpur tebal masih nutup halaman sampai lantai rumah warga.

Aparat kepolisian bareng petugas gabungan langsung gercep turun ke lapangan. Plt Kapolsek Paiker, Iptu Adin Riyanto, memimpin langsung proses pembersihan.

Lihat Juga: Ada 6 Item Perbaikan Di Paiker Pasca Banjir Bandang Tahun 2021 Lalu

“Hingga sore ini sebagian besar rumah sudah dibersihkan. Kami bersama Damkar, perangkat desa, dan warga bergotong royong agar aktivitas bisa segera normal kembali,” ujarnya.

Banjir ini dipicu hujan deras yang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.30 WIB. Dalam waktu singkat, air sungai naik drastis sampai akhirnya meluap dan menghantam area persawahan yang lagi masuk masa produktif. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *