Salut! Guru di Pelosok Muratara Dapat Perhatian Lebih di Tengah Efisiensi Anggaran

Pemerintahan, Sumsel44 Dilihat

MURATARA, KABAREMPATLAWANG.COM – Kabar baik nih buat para guru, khususnya yang ngajar di daerah terpencil! Di tengah kondisi anggaran yang lagi dihemat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) tetap kasih perhatian serius buat para tenaga pendidik.

Bupati Muratara, Devi Suhartono, memastikan kalau pihaknya tetap all out buat support para guru.

Pilihan Redaksi

Kasus Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik Terhadap Guru di Prabumulih Terungkap, Pelaku Ditangkap

Viral Video Diduga Eks Guru SMP di Prabumulih, Disdik Pastikan Tak Lagi Mengajar

Empat Guru Produktif TSM dan TKR Rampungkan Magang Industri di Astra Honda Motor dan Mitsubishi Palembang

Salah satunya dengan menambah insentif bulanan bagi mereka yang bertugas di wilayah terpencil—sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang nggak main-main.

“Meskipun kondisi saat ini dalam penghematan, Pemkab Muratara tetap memikirkan nasib para guru, khususnya yang mengajar di daerah terpencil, dengan memberikan penambahan insentif bulanan,” ujar Devi, dikutip dari akun Facebook pribadinya, Kamis (9/4/2026).

Ia juga ngejelasin beberapa wilayah yang masuk kategori daerah terpencil. Mulai dari Sungai Cinau di Kecamatan Ulu Rawas, Translok Pauh, Batu Kucing, Beringin Makmur II arah Rompok di Kecamatan Rawas Ilir, sampai ke Sungai Gulo di Desa Rantau Kadam, Sungai Jambu, Lubuk Kumbung, Transos Nibung, hingga Jadi Mulia Ridan di Kecamatan Nibung.

Totalnya, ada 29 sekolah di daerah terpencil yang terdiri dari jenjang SD dan SMP.

Dengan tambahan insentif ini, Devi berharap para guru makin semangat ngajar dan terus ningkatin kualitas pendidikan di Muratara.

“Tanpa guru, kehidupan kita akan gelap. Terima kasih kepada para guru yang telah mendidik anak-anak Muratara menjadi cerdas,” katanya.

Nggak cuma itu, Pemkab juga memastikan kalau pendidikan di Muratara tetap gratis. Bahkan, ada bantuan perlengkapan sekolah buat siswa yang kurang mampu.

“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anak. Sekolah di Muratara gratis, bahkan bagi siswa kurang mampu diberikan bantuan baju dan tas sekolah,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab juga bakal ngecek kemungkinan bantuan seragam untuk anak TK, tentunya disesuaikan dengan kondisi anggaran.

Lihat Juga: Ini Modus Riko Irawan, Pelaku Pembunuhan Guru PPPK Ternyata Mantan Penjaga Kos

Devi bareng Wakil Bupati Junius Wahyudi juga menegaskan komitmennya supaya nggak ada lagi anak di Muratara yang putus sekolah cuma gara-gara masalah ekonomi.

“Saya tidak ingin ada anak yang tidak sekolah, masyarakat yang sakit tidak berobat, atau warga yang kelaparan selama saya menjabat. Hal ini sudah saya koordinasikan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, desa, dan RT,” tegasnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *