Healing Berujung Duka, 2 Remaja Hanyut di Sungai Bayau Usai Air Meluap Mendadak

Peristiwa, Sumsel27 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Rencana seru enam remaja buat healing ke Air Terjun Bayau berubah jadi momen penuh duka. Perjalanan yang awalnya diisi tawa, mendadak berubah jadi kejadian yang bikin hati nyesek.

Dua dari mereka, Zahra Nabila dan Putri Herlina, dilaporkan hanyut setelah terseret derasnya arus Sungai Bayau pada Kamis (16/4/2026).

Pilihan Redaksi

Banjir Terjang Paiker Empat Lawang, Sawah Hanyut dan Bendungan Jebol

Hari Kedua Pencarian, Pengamen Angklung Hanyut di Sungai Musi Empat Lawang Belum Ditemukan

Pencarian Sarip Atau Pok Korban Hanyut Dihentikan

Keenam remaja ini diketahui berangkat sekitar pukul 09.00 WIB menuju Air Terjun Bayau yang berada di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang. Awalnya semua terlihat normal, seperti perjalanan liburan biasa.

Namun situasi berubah cepat saat mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Debit air sungai tiba-tiba meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Arus Sungai Bayau yang awalnya tenang mendadak menjadi deras dan sulit dikendalikan.

Menurut keterangan salah satu rekan yang selamat, mereka sempat mencoba bertahan di tengah kondisi air yang terus naik. Tapi keadaan makin sulit sekitar pukul 14.00 WIB.

“Saat itu kami mau menyeberang sungai,Mereka berdua masih sempat bertahan sekitar setengah jam,tapi akhirnya hanyut,” ujarnya lirih.

Momen ini makin terasa menyayat hati, karena kedua korban dilaporkan hanyut dalam kondisi saling bergandengan. Diduga, mereka berusaha saling menguatkan di tengah situasi yang tidak bersahabat.

Empat remaja lainnya berhasil menyelamatkan diri dari derasnya arus. Sementara itu, warga bersama tim pencari langsung melakukan penyisiran hingga ke bagian hilir Sungai Bayau, tepatnya di Desa Lubuk Tapang, Kecamatan Lintang Kanan.

Lihat Juga: Bocah 10 Tahun Hanyut Terseret Arus Sungai Musi

Setelah proses pencarian yang melibatkan masyarakat, keluarga, dan aparat, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun hingga saat ini, proses identifikasi resmi masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

Peristiwa ini jadi pengingat penting bahwa destinasi alam yang indah tetap memiliki risiko, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *