Curah Hujan Tinggi, Polisi Empat Lawang Perketat Patroli & Pantau Sungai Musi

Peristiwa, Sumsel1 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Cuaca lagi nggak santai karena curah hujan tinggi, polisi di Kabupaten Empat Lawang langsung gerak cepat.

Mereka makin intens ngecek debit air Sungai Musi sekaligus rutin patroli buat jaga kondisi tetap aman.

Pilihan Redaksi

Healing Berujung Duka, 2 Remaja Hanyut di Sungai Bayau Usai Air Meluap Mendadak

Mobil Operasional TVRI Terjun ke Sungai di Musi Rawas, Tiga Pegawai Luka-Luka

Dua Orang Dikabarkan Meninggal Dunia, Mobil Nyemplung ke Sungai Jernih di Musi Rawas

Pengecekan ini dilakukan oleh personel Polsek Talang Padang yang turun langsung ke lapangan buat memetakan situasi dan mengantisipasi kemungkinan luapan sungai yang bisa terjadi tiba-tiba.

Nggak cuma fokus ke sungai, di waktu yang sama personel juga sekalian patroli di jalur kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Talang Padang sampai ke perbatasan Kecamatan Tebing Tinggi.

Kegiatan pengecekan debit air Sungai Musi dan patroli ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB, dengan total 6 personel dari Polsek Talang Padang yang diterjunkan.

Kasi Humas Polres Empat Lawang, AKP Sahata Silalahi, menjelaskan kalau tim patroli menyisir rute-rute strategis. Mulai dari kantor Polsek, lanjut ke Desa Lampar Baru, Kembahang Baru, Canggu, sampai ke Remantai.

“Fokus utama kegiatan ini adalah mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C serta aksi kejahatan jalanan lainnya yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, patroli kali ini nggak cuma sekadar lewat dan pantau dari kendaraan. Personel juga turun langsung berinteraksi dengan warga.

“Personel ini juga menyapa warga yang ditemui sepanjang rute untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas, mengajak masyarakat tetap waspada, serta segera melapor jika melihat hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Lihat Juga: Setelah 3 Hari Pencarian, Pemain Angklung Jalanan yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal

Patroli hunting ini jadi langkah pencegahan biar ruang gerak pelaku kejahatan makin sempit, terutama di titik-titik sepi yang sering jadi jalur penghubung antar kecamatan.

“Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para pengguna jalan dan penduduk di desa-desa perbatasan, kami ingin memastikan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat berjalan lancar tanpa ada rasa khawatir akan gangguan keamanan,” imbuhnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *