Harga Telur dan Plastik Naik, Pedagang Kuliner di Empat Lawang Terpaksa Naikkan Harga

Bisnis, Sumsel15 Dilihat

EMPAT LAWANG, KABAREMPATLAWANG.COM — Kenaikan harga telur dan plastik mulai berdampak pada pelaku usaha kuliner di Kabupaten Empat Lawang.

Sejumlah pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual demi menutup biaya produksi yang terus meningkat, Jumat (24/4/2026).

Pilihan Redaksi

Heboh Penertiban di Pasar Tebing Tinggi, Pedagang Minta Waktu Bongkar Bangunan Sendiri

Harga Kopi Turun Saat Musim Panen, Petani Empat Lawang Cemas: Dari Rp70 Ribu Kini Tinggal Rp47 Ribu per Kg

Harga Sembako di Tebing Tinggi Naik Pelan-pelan, Emak-Emak Mulai Putar Otak

Salah satu pedagang yang merasakan dampak tersebut adalah Santo, pemilik warung di Kecamatan Muara Pinang. Ia mengaku terpaksa menaikkan harga salah satu menu andalannya, yakni model telur.

Harga yang sebelumnya Rp8 ribu per porsi kini naik menjadi Rp10 ribu. Kenaikan ini dilakukan karena harga bahan baku, terutama telur dan plastik, mengalami lonjakan signifikan.

“Awalnya banyak pelanggan yang terkejut. Jujur, saya juga berat menaikkan harga, apalagi untuk pelanggan lama,” ujarnya.

Saat ini, harga telur disebut telah mencapai Rp60 ribu per karpet (30 butir). Tak hanya itu, harga berbagai jenis plastik juga ikut naik, berkisar antara Rp2 ribu hingga Rp12 ribu tergantung ukuran.

Meski demikian, Santo memastikan belum menaikkan harga menu lainnya seperti model tahu, mie ayam, bakso, es kacang merah, dan aneka gorengan.

Lihat Juga: Harga CPO Global Naik, Petani Sawit Empat Lawang Belum Rasakan Dampaknya

“Yang naik hanya model telur, karena selain telur, harga ikan giling juga sudah naik sejak sebelum Lebaran,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Mereka harus menyeimbangkan antara kenaikan biaya produksi dengan daya beli pelanggan agar usaha tetap berjalan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *