Babak Belur, Pelaku Curi Getah Karet di Prabumulih Diamuk Massa, Satu Rekannya Kabur

Hukrim, Sumsel277 Dilihat

PRABUMULIH, KABAREMPATLAWANG.COM – Aksi nekat seorang pria di Kota Prabumulih berakhir tragis. Bukannya mendapatkan hasil curian, pelaku justru harus menanggung akibat dari perbuatannya setelah tertangkap basah mencuri getah karet di kebun milik warga.

Pelaku diketahui bernama Nofriyadi (25), warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Lihat Juga: Dua Sejoli di Prabumulih Nekat Curi HP, Kini Meringkuk di Balik Jeruji Besi

Lihat Juga: Pacar Jadi Penadah, Polisi Ringkus Duo Pencuri HP di Muba

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, di kebun karet milik Seprianto (38) yang berlokasi di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.

Aksi pencurian yang dilakukan Nofriyadi bersama seorang rekannya berakhir ricuh setelah warga sekitar yang sudah geram karena sering kehilangan hasil sadapan berhasil menangkap pelaku dan menghakiminya hingga babak belur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi di lapangan, kejadian bermula ketika pemilik kebun, Seprianto, datang ke kebunnya untuk mengumpulkan hasil sadapan getah karet seperti biasanya.

Namun, setibanya di lokasi, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Beberapa mangkok getah karet yang biasanya penuh kali ini kosong semua. Curiga ada orang yang sudah mendahului mengambilnya, Seprianto kemudian memeriksa bagian lain kebun.

Saat sedang berkeliling, ia melihat dua orang tak dikenal sedang mengambil getah dari mangkok sadapan yang menempel di batang karet. Sontak, Seprianto langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Teriakan itu memancing perhatian masyarakat yang sedang berada tidak jauh dari lokasi. Dalam waktu singkat, sejumlah warga berdatangan dan mengepung kebun tersebut.

Satu dari dua pelaku berhasil ditangkap, sementara rekannya melarikan diri ke arah perkebunan di belakang lokasi.

Warga yang sudah kesal dengan aksi pencurian getah karet yang marak terjadi dalam beberapa bulan terakhir akhirnya melampiaskan kemarahan mereka kepada Nofriyadi. Ia pun menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur dan bersimbah darah.

Tak lama kemudian, tim opsnal Unit Resmob “Sunyi Senyap” Polsek Prabumulih Barat yang mendapatkan laporan dari warga segera tiba di lokasi. Petugas dengan sigap menenangkan warga dan mengevakuasi pelaku untuk menghindari amuk massa lebih lanjut.

Pelaku yang mengalami luka-luka serius langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisinya mulai stabil, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Prabumulih Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi, melalui Kapolsek Prabumulih Barat, Iptu Tomas S. Purnomo SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menyebut pelaku kini sudah diamankan bersama sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.

“Benar, pelaku sudah kami amankan. Ia tertangkap tangan saat sedang mengambil getah karet di kebun milik warga,” ungkap Kapolsek Prabumulih Barat.

Dalam kasus ini, kata Kapolsek, pihaknya juga berhasil menyita 30 mangkok getah karet yang diduga diambil dari kebun milik korban. Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolsek sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Selain mengamankan pelaku, kami juga menyita 30 mangkok getah karet sebagai barang bukti,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa perbuatan pelaku termasuk dalam kategori pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” tegas Iptu Tomas.

Lihat Juga: Polisi Amankan Pemuda Pencuri Sepeda Listrik dan Tabung Gas di Muba

Kapolsek juga memastikan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan, terutama untuk mengejar satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Kami masih memburu rekan pelaku yang melarikan diri. Identitasnya sudah kami kantongi, dan mudah-mudahan segera tertangkap,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *