LAHAT, KABAREMPATLAWANG.COM – Dugaan kasus pemerasan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Padang Masat, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, memasuki babak baru. Pihak keluarga sang kades melaporkan tiga orang ke Polres Lahat atas tuduhan pemerasan senilai Rp 45 juta.
Ketiga terlapor berinisial Sap, Ba, dan Her, salah satunya disebut sebagai oknum wartawan media online. Sementara dua lainnya merupakan rekan dari Sap.
Lihat Juga: OTT Pemerasan! Dua Oknum LSM Ancam Bawaslu Soal Dana Hibah
Lihat Juga: Makin Nekat! Begal Todong Remaja Lalu Kabur Bawa Motor, Ternyata Residivis Begal Asal Bengkulu!
Mereka diduga memanfaatkan sebuah video yang memperlihatkan pertemuan antara Kades Padang Masat, berinisial Fer, dengan seorang perempuan di sebuah hotel di Kota Lahat.
Afrizal Muslim, perwakilan keluarga Kades Padang Masat, mengatakan bahwa laporan telah resmi disampaikan ke Polres Lahat.
Menurut Afrizal, kejadian bermula pada tahun 2024, ketika Ba diduga memberikan nomor telepon Fer kepada perempuan berinisial Ra. Perempuan itu kemudian beberapa kali menghubungi sang kades hingga akhirnya terjadi pertemuan di sebuah hotel. Saat tiba di area parkir hotel, Ra langsung merekam video kedatangan Fer. Dalam video tersebut, tidak terlihat adanya tindakan asusila.
“Namun, Kades merasa khawatir jika video itu disebarluaskan,” ujar Afrizal dikutip dari Nusakata.com, Rabu (10/7/2025).
Video tersebut kemudian diduga dikirim Ra kepada Ba, Sap, dan Her. Mereka dituding meminta uang kepada Kades dengan ancaman akan menyebarkan video tersebut ke publik.
Afrizal mengungkapkan, uang yang diminta mencapai Rp 45 juta dan diserahkan dalam tiga tahap, masing-masing sebesar Rp 15 juta. Namun menjelang Hari Raya Idul Adha, para terlapor kembali meminta tambahan uang Rp 20 juta.
“Permintaan itu ditolak, dan tak lama setelahnya video tersebut mulai beredar di masyarakat,” kata Afrizal.
Lihat Juga: Dua Pelaku Penganiayaan di Gelumbang Diringkus Polisi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam
Lihat Juga: Senjata Rakitan Dihancurkan di Mako Brimob, Kapolres Mura: Ini Langkah Menjamin Keamanan Warga
Ia juga menyinggung adanya aksi demonstrasi oleh sejumlah warga Desa Padang Masat yang menuntut pencopotan Fer dari jabatan Kades. Menurutnya, aksi tersebut kemungkinan berkaitan dengan kasus pemerasan yang tengah bergulir.
“Kami menduga demo itu bagian dari skenario tertentu, bahkan bisa jadi ada hubungannya dengan rival politik saat Pilkades sebelumnya,” tambah Afrizal.
Pihak Polres Lahat membenarkan telah menerima laporan tersebut. Kasatreskrim Polres Lahat saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Kami telah menerima laporan dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
Lihat Juga: Terbongkar! Senjata Api Rakitan Disembunyikan di Perut, Pria Ini Langsung Diciduk!
Lihat Juga: Empat Pelaku Curi Minyak Pertamina Ditangkap, Satu Buron
Afrizal berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku jika terbukti bersalah.
“Kami percaya, kepolisian akan bersikap profesional dan mengungkap semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. ***
