Api Hampir Meluas ke Permukiman Padat, Kebakaran Rumah Dua Lantai di Palembang

Peristiwa, Sumsel142 Dilihat

PALEMBANG, KABAREMPATLAWANG.COM – Kebakaran hebat melanda rumah dua lantai milik Kartin yang terletak di Jalan Batu Nilam, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Api nyaris merembet ke permukiman padat di sekitarnya.

Berkat kesigapan warga dan respons cepat tim pemadam kebakaran, si jago merah berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.

Lihat Juga: Sumatera Selatan Kembali Dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan, Tim Manggala Agni Berjuang Memadamkan Api

Lihat Juga:Kebakaran di Tanjung Ning Simpang, Satu Rumah Ludes, Dua Lainnya Rusak Ringan

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (3/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Api pertama kali muncul dari salah satu sudut bangunan, lalu dengan cepat membesar dan melalap seluruh rumah serta delapan unit bedeng yang berada di lantai bawah.

Fery, warga yang pertama kali melihat kepulan asap, langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tanpa menunggu lama, puluhan warga berbondong-bondong membantu memadamkan api dengan ember dan alat seadanya, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Kalau kami terlambat sedikit saja, api bisa menjalar ke rumah sebelahnya. Di sini bangunan dempet-dempet,” ujar Fery.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Pos Merdeka dan pos lainnya. Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Palembang segera melakukan evakuasi warga serta memadamkan api secara sistematis.

“Koordinasi cepat di lapangan jadi kunci utama. Kami fokus mencegah api menjalar ke rumah warga lain,” kata Rika, Kepala Bidang Pemadaman Dinas PKP Palembang.

Rika juga mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lengkap dari tim teknis.

Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat I, AKP Ricky Mozam menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tengah mendalami penyebab pasti kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa. Saat ini kami fokus pada pengumpulan data dan keterangan saksi,” ujar Ricky. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *